Ressa Rizky Rossano Masih Canggung Panggil Denada 'Ibu', Trauma Masa Lalu Jadi Penyebab
Ressa Masih Canggung Panggil Denada 'Ibu' Akibat Trauma

Ressa Rizky Rossano Ungkap Kecanggungan dengan Denada, Trauma Masa Lalu Jadi Penghalang

JAKARTA - Ressa Rizky Rossano, putra dari penyanyi terkenal Denada, mengungkapkan bahwa dirinya masih merasa canggung dalam menjalin komunikasi dengan ibu kandungnya tersebut. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026), Ressa mengakui bahwa hingga saat ini, ia belum sanggup memanggil Denada dengan sebutan "Ibu" atau "Mama" dan masih menggunakan sapaan "Mbak" sebagai bentuk panggilan sehari-hari.

Kecanggungan yang Berlanjut

Ressa menjelaskan bahwa kecanggungan ini masih sangat terasa dalam interaksi mereka. "Ressa sampai sekarang masih manggil 'Mbak'. Ya iya balik lagi canggung, canggung. Terus kan belum ketemu langsung, kalau ketemu langsung kan beda," ujarnya saat ditemui oleh para wartawan. Pernyataan ini mengungkapkan bahwa meskipun waktu telah berlalu, hubungan antara Ressa dan Denada masih dalam proses penyesuaian, terutama karena keterbatasan pertemuan langsung yang mungkin memperparah rasa canggung tersebut.

Trauma Masa Lalu sebagai Akar Masalah

Lebih dalam, Ressa mengungkapkan bahwa keraguannya untuk mengubah panggilan tersebut bukan tanpa alasan. Trauma akan kekecewaan yang pernah dialaminya di masa lalu menjadi dasar utama mengapa ia masih enggan memanggil Denada dengan sebutan yang lebih intim. Trauma ini, yang belum sepenuhnya teratasi, menciptakan penghalang psikologis dalam hubungan ibu dan anak mereka. Ressa tampaknya masih membutuhkan waktu dan proses penyembuhan untuk bisa melangkah lebih jauh dalam memperbaiki komunikasi dengan ibunya.

Implikasi pada Hubungan Keluarga

Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan keluarga, terutama dalam konteks rekonsiliasi setelah masa-masa sulit. Penggunaan sapaan "Mbak" oleh Ressa terhadap Denada mencerminkan jarak emosional yang masih ada, sekaligus menunjukkan bahwa proses pendekatan antara keduanya masih berlangsung. Hal ini mengingatkan pada pentingnya kesabaran dan pemahaman dalam membangun kembali ikatan keluarga yang pernah retak.

Dengan mengungkapkan perasaannya secara terbuka, Ressa berharap bisa membuka jalan untuk penyembuhan dan perbaikan hubungan dengan Denada di masa depan. Namun, untuk saat ini, trauma masa lalu tetap menjadi tantangan yang harus diatasi sebelum mereka bisa mencapai tingkat keakraban yang diinginkan.