Jebraks Putus Kerja Sama dengan Thanksinsomnia Usai Kasus Kekerasan Seksual Mohan Hazian
Jebraks Putus Kerja Sama dengan Thanksinsomnia

Brand Ambassador Jebraks Putus Hubungan dengan Thanksinsomnia di Tengah Skandal Kekerasan Seksual

Publik Indonesia kembali dikejutkan oleh perkembangan terkini dalam kasus kekerasan seksual yang melibatkan pemilik merek fashion Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Di tengah sorotan media yang semakin intens, brand ambassador (BA) Thanksinsomnia, Jebraks, secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja samanya dengan brand tersebut.

Pernyataan Terbuka melalui Platform Media Sosial

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jebraks menyampaikan pernyataan terbuka yang menjelaskan posisinya dalam polemik yang sedang berkembang. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Mohan Hazian, yang dalam konteks pernyataan tersebut hanya disebut dengan inisial "M".

Keputusan Jebraks untuk memutuskan kerja sama ini muncul setelah kasus kekerasan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian menjadi viral di berbagai platform media sosial. Gelombang perbincangan publik mengenai kasus ini telah menciptakan tekanan signifikan terhadap semua pihak yang terkait dengan brand Thanksinsomnia.

Dampak Skandal terhadap Reputasi Merek

Insiden ini telah menimbulkan pertanyaan serius mengenai tanggung jawab moral dan etika dalam dunia bisnis fashion Indonesia. Keputusan Jebraks untuk mengambil jarak dari brand Thanksinsomnia mencerminkan sensitivitas yang tinggi terhadap isu kekerasan seksual, yang saat ini menjadi perhatian utama dalam masyarakat.

Perkembangan kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam hubungan kerja antara brand dengan para ambassador-nya. Publik kini menunggu respons lebih lanjut dari pihak Thanksinsomnia dan Mohan Hazian terkait dengan tuduhan yang dihadapi serta dampaknya terhadap operasional merek tersebut.

Kasus ini mengingatkan bahwa dalam era digital, reputasi sebuah brand dapat dengan cepat terpengaruh oleh tindakan individu yang terkait dengannya, menekankan perlunya sistem pengawasan dan nilai-nilai etika yang kuat dalam setiap organisasi bisnis.