BRIN Ungkap Penyebab Tanah Bergerak di Tegal: Hujan Lebat Hanya Pemicu
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, telah memaparkan analisis mendalam terkait fenomena tanah gerak yang terjadi di wilayah Tegal. Dalam penjelasannya, Tohari menekankan pentingnya pemahaman yang jelas dengan memisahkan antara faktor pemicu dan penyebab utama dari peristiwa alam ini.
Pemisahan Antara Pemicu dan Penyebab
Adrin Tohari menyatakan bahwa untuk memahami tanah gerak di Tegal, perlu dibedakan terlebih dahulu antara pemicu dengan penyebab. "Perlu dibedakan terlebih dahulu antara pemicu dengan penyebab ya. Pemicunya itu dari curah hujan yang lebat dengan durasi yang lama," ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis, 12 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa hujan turun tanpa henti selama tiga hari berturut-turut, yang menjadi faktor pemicu langsung dalam fenomena ini.
Namun, Tohari menggarisbawahi bahwa curah hujan lebat tersebut bukanlah penyebab tunggal. Penyebab utama tanah gerak, menurutnya, kemungkinan besar terkait dengan kondisi geologi dan lingkungan setempat yang lebih kompleks. Hal ini mencakup faktor-faktor seperti struktur tanah, lereng, dan penggunaan lahan yang mungkin telah memperlemah stabilitas tanah di daerah tersebut.
Implikasi dan Langkah Ke Depan
Pemaparan ini memberikan wawasan penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam menangani risiko bencana serupa di masa depan. Dengan memahami bahwa hujan lebat hanya sebagai pemicu, upaya mitigasi dapat difokuskan pada penanganan penyebab utama, seperti:
- Pemantauan kondisi geologi secara berkala
- Pengelolaan tata guna lahan yang lebih baik
- Peningkatan sistem peringatan dini untuk daerah rawan
BRIN, melalui riset ini, berharap dapat membantu mengurangi dampak negatif dari tanah gerak di Tegal dan wilayah lainnya di Indonesia, dengan pendekatan berbasis sains yang akurat dan komprehensif.