Komedian Sule memberikan tanggapan kritis terhadap tindakan Teddy Pardiyana yang membawa anak mereka, Bintang, saat proses mediasi dengan Rizky Febian di Pengadilan Agama Bandung pada 10 Februari 2026. Mediasi ini merupakan bagian dari proses hukum yang melibatkan mantan istri Sule, Lina Jubaedah.
Pertemuan di Pengadilan Agama Bandung
Pada sesi mediasi tersebut, Teddy Pardiyana hadir bersama Bintang, yang merupakan anak hasil pernikahannya dengan Lina Jubaedah. Kehadiran anak dalam forum hukum ini langsung menarik perhatian publik, termasuk komentar pedas dari Sule melalui saluran media sosialnya.
Komentar Sule di Media Sosial
Di akun SL Media, Sule menyampaikan ketidaksetujuannya dengan pertanyaan retoris, "Ngapain ke Pengadilan bawa-bawa anak?". Ia melanjutkan dengan spekulasi tentang kemungkinan motif di balik tindakan Teddy, "Supaya mungkin mempertemukan dengan Iky? Supaya Iky luluh mungkin. Netizen juga paham lah masalah itu (alasannya apa)". Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Sule percaya Teddy sengaja membawa Bintang untuk memengaruhi Rizky Febian, yang akrab disapa Iky, dalam proses mediasi.
Latar Belakang Hubungan Keluarga
Bintang adalah anak dari hubungan Teddy Pardiyana dan Lina Jubaedah, yang sebelumnya merupakan istri Sule. Dinamika keluarga ini telah menjadi sorotan media selama beberapa waktu, dengan berbagai isu pribadi yang kerap muncul ke permukaan. Mediasi di Pengadilan Agama Bandung ini menambah lapisan baru dalam narasi hubungan kompleks antara para pihak terkait.
Reaksi Publik dan Implikasi Hukum
Komentar Sule telah memicu diskusi di kalangan netizen mengenai etika membawa anak ke proses hukum. Beberapa pengamat menyoroti bahwa meskipun mediasi bertujuan untuk penyelesaian damai, kehadiran anak dapat menimbulkan tekanan emosional yang tidak perlu. Proses ini juga mengangkat pertanyaan tentang perlindungan anak dalam sengketa keluarga yang melibatkan publik figur.
Insiden ini memperlihatkan bagaimana konflik pribadi dapat terekspos secara luas melalui media sosial, dengan Sule menggunakan platformnya untuk menyuarakan keprihatinan. Pengadilan Agama Bandung, sebagai institusi hukum, kini menjadi panggung bagi drama keluarga yang terus berlanjut, dengan implikasi bagi semua pihak yang terlibat, termasuk Bintang sebagai pihak yang paling rentan dalam situasi ini.