Mengapa Pakaian Bau Apak Setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Solusinya
Penyebab Pakaian Bau Apak Setelah Dicuci dan Cara Mengatasinya

Mengapa Pakaian Masih Bau Apak Setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Solusinya

Mengenakan pakaian yang harum dan segar setelah dicuci tentu memberikan kenyamanan tersendiri dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, seringkali kita menghadapi kenyataan pahit di mana pakaian atau kain yang baru saja dicuci justru mengeluarkan bau apak, meskipun sudah diberi pelembut atau pewangi tambahan.

Penyebab Utama Bau Apak pada Pakaian

Bau apak pada pakaian setelah dicuci bukanlah hal yang jarang terjadi dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut sumber dari Southern Living yang dirilis pada Rabu, 18 Februari 2026, berikut adalah sejumlah penyebab umum yang perlu diwaspadai:

  • Beban cucian yang terlalu banyak: Memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam mesin cuci dapat menghambat sirkulasi udara dan air, sehingga deterjen dan pelembut tidak tersebar merata. Akibatnya, kotoran dan bakteri mungkin tidak sepenuhnya hilang, memicu bau apak.
  • Abai dengan perawatan pakaian: Kurangnya perhatian pada detail perawatan, seperti tidak segera mengeringkan pakaian setelah dicuci atau menyimpannya dalam keadaan lembap, dapat menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab bau.
  • Penggunaan deterjen atau pelembut yang tidak tepat: Memilih produk yang tidak sesuai dengan jenis kain atau kondisi air dapat mengurangi efektivitas pembersihan, meninggalkan residu yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
  • Masalah pada mesin cuci: Mesin cuci yang jarang dibersihkan atau memiliki komponen yang lembap dapat menjadi sarang bakteri, yang kemudian berpindah ke pakaian selama proses pencucian.

Cara Mengatasi Bau Apak pada Pakaian

Untuk mengatasi masalah bau apak pada pakaian setelah dicuci, ada beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah. Berikut adalah solusi yang direkomendasikan:

  1. Atur beban cucian dengan tepat: Pastikan untuk tidak mengisi mesin cuci secara berlebihan. Beri ruang agar pakaian dapat bergerak bebas selama pencucian, memastikan deterjen dan air bekerja optimal.
  2. Segera keringkan pakaian: Setelah selesai dicuci, segera angkat pakaian dari mesin cuci dan keringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan pengering. Hindari membiarkan pakaian basah terlalu lama di dalam mesin, karena dapat memicu pertumbuhan bakteri.
  3. Bersihkan mesin cuci secara rutin: Lakukan pembersihan berkala pada mesin cuci, termasuk bagian drum dan filter, untuk mencegah akumulasi bakteri dan jamur. Gunakan cuka putih atau pembersih khusus mesin cuci setidaknya sebulan sekali.
  4. Pilih produk cuci yang sesuai: Gunakan deterjen dan pelembut yang cocok dengan jenis kain dan kondisi air di daerah Anda. Pertimbangkan untuk menambahkan baking soda atau cuka ke dalam siklus bilas sebagai alternatif alami untuk menghilangkan bau.
  5. Simpan pakaian dengan benar: Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan di lemari. Gunakan silica gel atau pengharum alami seperti lavender untuk menjaga kesegaran dan mencegah bau apak muncul kembali.

Dengan memahami penyebab dan menerapkan solusi di atas, Anda dapat menikmati pakaian yang selalu segar dan bebas bau apak setelah dicuci. Perawatan yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperpanjang usia pakai pakaian Anda.