Ikke Nurjanah Terkejut dengan Penurunan Drastis Royalti ARDI
Ketua Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI), Ikke Nurjanah, mengaku sangat terkejut dengan besaran royalti yang diterima organisasinya untuk periode pertama tahun 2026. Menurutnya, angka Rp 25 juta yang diterima ARDI jauh menurun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Perbandingan yang Menyolok
"Untuk periode pertama, Januari sampai dengan Juni, kami diinformasikan mendapatkan Rp 25 juta dari total Rp 6 miliar yang didapat oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) sebagai hasil penarikan," kata Ikke di Soneta Record, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, "Angka Rp 25 juta itu membuat kami sangat terkejut, karena sebelumnya kami di ARDI mendapatkan Rp 1,5 miliar di tahun lalu." Perbandingan ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, mencapai lebih dari 98 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Transparansi yang Dipertanyakan
Ikke Nurjanah menyoroti pentingnya transparansi dalam pembagian royalti tersebut. Meskipun LMKN berhasil menarik total Rp 6 miliar, bagian yang diterima ARDI hanya mencapai 0,4 persen dari total tersebut. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang mekanisme distribusi dan alokasi dana royalti di industri musik dangdut.
Sebagai ketua ARDI, Ikke menegaskan bahwa organisasinya akan terus mendorong dialog dengan LMKN untuk memperjelas perhitungan dan memastikan pembagian yang lebih adil di masa mendatang. Penurunan drastis ini dinilai dapat berdampak pada kesejahteraan para musisi dan pencipta lagu dangdut yang diwakili oleh ARDI.



