Rupiah Sentuh Rp 17.725, Kelas Menengah Perkotaan Paling Tertekan
Rupiah Sentuh Rp 17.725, Kelas Menengah Tertekan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berada dalam tekanan. Pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi, rupiah bergerak di kisaran Rp 17.590 hingga Rp 17.660 per dolar AS. Tekanan berlanjut pada Selasa (19/5/2026), dengan nilai tukar mencapai Rp 17.725 per dolar AS.

Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

Pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kelompok kelas menengah di wilayah perkotaan menjadi yang paling rentan terhadap gejolak ini.

Kerentanan Kelas Menengah

Menurut para ekonom, kelas menengah perkotaan hidup dalam kondisi ekonomi yang serba cukup. Namun, mereka belum tentu memiliki bantalan finansial yang kuat. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat dan nilai tabungan tergerus, kelompok ini paling terpukul. Mereka menghadapi tekanan ganda: biaya hidup naik sementara daya beli menurun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Baca juga: Ekonom Ungkap Perbedaan Pelemahan Rupiah Era Prabowo dan BJ Habibie

Pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat memicu inflasi dan mengurangi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah diharapkan mengambil langkah-langkah stabilisasi untuk melindungi daya beli rakyat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga