Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana di Sumatera
Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Lahan Sawah di Sumatera

Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana di Sumatera

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat upaya rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini menjadi bagian krusial dalam memulihkan sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam tersebut.

Skema Revitalisasi Lahan dan Dukungan untuk Petani

Upaya percepatan dilakukan melalui skema revitalisasi lahan agar dapat kembali produktif. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk membantu para petani kembali beraktivitas dan memulihkan sumber penghidupan mereka pascabencana. Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa rehabilitasi sawah tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga mencakup penguatan aspek legalitas melalui pemutakhiran data pertanahan.

Menurutnya, langkah ini penting agar lahan yang kembali produktif memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. "Karena BPN ini di bawah Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid), mungkin perlu ada instruksi kepada jajaran agar proaktif bekerja sama dengan Pemda untuk menyelesaikan persoalan tanah, batas lahan, sekaligus membantu sertifikat yang hilang," ujar Tito dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026). Hal itu ia katakan usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Jakarta, Senin (6/4).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi dan Proses Pendataan Ulang

Ia menambahkan, pemerintah daerah diminta aktif berkoordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN setempat dalam proses pendataan ulang lahan warga. Jika menemui kendala, pemerintah pusat akan turun tangan untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat dan tepat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi hambatan administratif dan memperlancar rehabilitasi lahan.

Data Capaian Rehabilitasi Lahan

Berdasarkan data Satgas PRR per 13 April, dari total 42.702 hektare lahan sawah yang menjadi target rehabilitasi di tiga provinsi, sebanyak 1.301 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 8.991 hektare lainnya masih dalam proses penanganan. Secara rinci:

  • Di Provinsi Aceh, terdapat 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, dengan capaian 42 hektare telah direhabilitasi.
  • Di Sumut, dari total 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah dipulihkan.
  • Sementara di Sumbar, progres rehabilitasi menunjukkan capaian signifikan, dengan 1.089 hektare dari total 3.902 hektare telah kembali produktif.

Perkembangan Pembersihan Lumpur

Perkembangan ini sejalan dengan percepatan pembersihan lumpur di wilayah terdampak. Di Aceh, dari 519 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 480 lokasi telah selesai ditangani dan tersisa 39 lokasi dalam proses. Di Sumut, 20 dari 23 lokasi telah dibersihkan, dengan tiga lokasi masih dalam pengerjaan. Adapun di Sumbar, seluruh 29 lokasi terdampak telah berhasil dibersihkan sepenuhnya. Upaya ini menunjukkan komitmen Satgas PRR dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga