Progres Pemulihan Sawah Pascabencana di Sumatera
Upaya pemulihan lahan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga 7 Mei 2026, proses rehabilitasi yang dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah menjangkau ribuan hektare area pertanian. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian yang dikutip pada Sabtu (9/5/2026), total target pemulihan sawah di ketiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran sebesar Rp 337,97 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi pemulihan, sementara 4.098 hektare di antaranya telah selesai direhabilitasi.
Tidak hanya itu, sebanyak 2.212 hektare lahan telah kembali diolah dan 2.110 hektare sudah mulai ditanami kembali oleh para petani. Progres paling menonjol terlihat di Provinsi Sumatera Barat. Dari target pemulihan seluas 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau 98 persen telah masuk tahap konstruksi dan 2.583 hektare sudah selesai direhabilitasi. Bahkan, lebih dari 2.100 hektare sawah di wilayah tersebut telah kembali ditanami. Di Sumatera Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare telah memasuki tahap konstruksi. Sementara itu, di Aceh proses pemulihan terus dipercepat mengingat luas lahan terdampak menjadi yang terbesar dibanding dua provinsi lainnya, mencapai 31.464 hektare. Sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya kini mulai menunjukkan progres rehabilitasi, termasuk pengerjaan saluran, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan.
Pemulihan Sawah Menjadi Prioritas Utama
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menyatakan bahwa pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah terdampak. “Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” ujar Amran dalam konferensi pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026. Menurutnya, percepatan rehabilitasi sawah tidak hanya ditujukan agar lahan kembali produktif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, terutama bagi ribuan keluarga petani yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan para petani dapat segera kembali beraktivitas dan memulihkan produksi pertanian yang sempat terganggu akibat bencana. Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung penuh proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.



