Operasi 'Perang' Ikan Sapu-sapu Dimulai, Tangkapan di Jakut Tembus 200 Kg
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi pada Jumat, 17 April 2026. Operasi yang dijuluki 'perang' ini bertujuan untuk mengurangi dominasi spesies invasif yang telah mengancam ekosistem perairan ibu kota.
Hasil Tangkapan Melampaui Prediksi
Di Saluran RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, hasil tangkapan telah menembus angka 200 kilogram per pukul 07.41 WIB. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah ini jauh melampaui prediksi awal tim. "Awalnya kami memperkirakan hanya dapat kurang lebih 150 kg, tetapi terakhir pasti di atas 200 kg. Yang dikumpulkan di awal saja sudah 60 kg lebih," kata Pramono.
Tingginya hasil tangkapan dalam satu lokasi ini menjadi indikasi kuat bahwa populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta sudah sangat mendominasi. Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mampu bertahan di berbagai kondisi air, termasuk yang tercemar sekalipun. "Teman-teman lihat sendiri di tempat ini yang begitu hitam mereka bisa survive, mereka bisa hidup," ujarnya.
Ancaman Serius bagi Ekosistem
Penangkapan massal ini merupakan langkah awal untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan, terutama di sungai dan saluran air di Jakarta. Pramono menegaskan, keberadaan ikan ini kini menjadi persoalan serius karena kemampuan berkembang biaknya yang sangat cepat. Dalam satu kali reproduksi, ikan sapu-sapu dapat menghasilkan ribuan telur, dengan kisaran 300 hingga 3.000 telur per ikan.
Selain itu, dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta disebut sudah mencapai 60 persen, dan populasi berpotensi terus meningkat jika tidak dikendalikan secara konsisten. "Maka dengan demikian sekali lagi gerakan ini untuk mengurangi dominasi yang terlalu berlebihan ikan sapu-sapu yang ada di Jakarta ini," kata Pramono.
Rencana Pembentukan Satgas Khusus
Sebelumnya, Pramono juga berencana membentuk petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan untuk menangani persoalan ikan sapu-sapu yang kian mendominasi perairan ibu kota. Langkah ini diambil menyusul masifnya populasi ikan invasif tersebut yang dinilai tidak bisa ditangani hanya melalui kegiatan seremonial semata.
"Secara khusus nanti kami akan tugaskan PJLP yang bertugas untuk itu," kata Pramono. Dia menambahkan, penanganan akan dilakukan secara sistematis, dengan fokus pada pengendalian populasi di saluran air dan sungai. "Artinya ini yang kemudian menjadi PR bagi Pemerintah Jakarta, kami akan konsentrasi dan untuk itu nanti akan ada penugasan secara khusus," ujarnya.
Operasi ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam mengontrol pertumbuhan ikan sapu-sapu yang telah mengganggu keseimbangan lingkungan perairan di Jakarta. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi hasil operasi guna mencapai tujuan pengurangan populasi secara signifikan.



