Mentan Amran Tegaskan Stok Beras 5 Juta Ton Tangkal Ancaman El Nino Godzilla
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ancaman fenomena Godzilla El Nino tidak menjadi masalah bagi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.
Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menurut Amran, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam tiga hari ke depan. Saat ini, stok CBP telah mencapai 4,9 juta ton, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kondisi ini membuat ketahanan pangan nasional dianggap aman dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan kekeringan ekstrem akibat El Nino Godzilla.
"Kalau dampak ini, ada El Nino Godzilla, itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok (CBP) kita insya Allah tiga hari ke depan 5 juta ton, tertinggi selama Republik ini merdeka," ujar Amran setelah rapat dengan 170 bupati dari seluruh Indonesia, seperti dilansir Antara pada Selasa, 21 April 2026.
Cadangan Beras Melimpah dan Berkelanjutan
Amran menegaskan bahwa meskipun terjadi kekeringan, stok beras saat ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 1984, stok CBP hanya mencapai 2,6 juta ton, sedangkan kini hampir dua kali lipat. Hal ini membuat pemerintah optimistis bahwa krisis pangan tidak akan terjadi, meskipun Indonesia menghadapi perubahan iklim dan dinamika global.
Selain cadangan yang terkelola dengan baik di gudang Perum Bulog, ketersediaan beras nasional juga ditopang oleh standing crop atau padi yang siap panen, yang diproyeksikan mencapai 11 juta ton. Ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah potensi dampak El Nino.
Ketersediaan Beras di Sektor Horeka dan Estimasi Kebutuhan
Pemerintah juga mencatat ketersediaan beras di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) mencapai 12,5 juta ton. Dengan demikian, total cadangan beras yang dikelola sangat besar dan mampu mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
"Ada pun total potensi stok gabungan antara gudang pemerintah, standing crop, dan sektor Horeka diperkirakan melebihi kebutuhan konsumsi, memberikan jaminan keamanan pangan yang sangat kokoh bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas Amran.
Dia menambahkan bahwa estimasi dampak El Nino diprediksi berlangsung selama enam bulan, sedangkan cadangan beras diproyeksikan mampu memasok hingga 11 bulan. Artinya, cadangan ini lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.
Strategi Jaga Produktivitas Pertanian
Dalam menjaga produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk program irigasi melalui pompanisasi dan bantuan benih unggul. Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino Godzilla.
Dari total anggaran tersebut, lebih dari Rp3 triliun dialokasikan khusus untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk pompanisasi dan optimalisasi sumber air bagi lahan pertanian di daerah rawan kekeringan.
Selain itu, pemerintah menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare untuk memperluas area tanam dan meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional secara bertahap dan berkelanjutan.
- Program irigasi mencakup pengelolaan lahan hingga 1,5 juta hektare di seluruh Indonesia melalui berbagai metode, seperti pompanisasi, pemanfaatan sungai, embung, dan sumber air lainnya.
- Pemerintah telah membuka pendaftaran bantuan pompa air sebanyak 80 ribu unit, yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan sawah terdampak kekeringan.
- Selain pompanisasi, sekitar Rp2 triliun dialokasikan untuk penyediaan benih unggul tahan kekeringan, yang dirancang untuk mempercepat masa tanam dan memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah yakin bahwa ketahanan pangan Indonesia akan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan El Nino Godzilla dan perubahan iklim global.



