KKP Perkuat Jaminan Mutu dengan Produsen Bahan Acuan Mikroba Terakreditasi Pertama di Indonesia
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengukuhkan langkah signifikan dalam peningkatan mutu produk perikanan nasional. Kini, KKP resmi memiliki Produsen Bahan Acuan (PBA) isolat Staphylococcus aureus yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Pencapaian ini menandai kehadiran produsen bahan acuan mikroba pertama di Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat keakuratan pengujian laboratorium untuk mendukung jaminan mutu produk perikanan agar semakin berdaya saing di pasar global.
Fungsi Penting Bahan Acuan dalam Pengujian Laboratorium
Bahan acuan berperan sebagai standar pembanding yang kritis dalam proses pengujian laboratorium. Dengan standar yang telah terverifikasi dan terakreditasi, hasil uji mikrobiologi pada produk perikanan dapat diperoleh secara lebih akurat, konsisten, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hal ini menjadi sangat penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pengujian di dalam negeri, tetapi juga dalam menjawab berbagai persyaratan ketat dari pasar internasional.
Isolat Staphylococcus aureus sendiri merupakan salah satu parameter mikrobiologi yang paling sering dipersyaratkan dalam standar produk pangan, terutama untuk produk pangan olahan dan produk siap konsumsi. Bakteri ini diketahui mampu menghasilkan enterotoksin yang bersifat tahan panas, sehingga tetap berpotensi berbahaya meskipun produk telah melalui proses pemasakan. Oleh karena itu, pengujian yang akurat terhadap parameter ini sangat vital untuk menjamin keamanan konsumen.
Dukungan untuk Daya Saing Produk Perikanan Indonesia
Bahan acuan isolat Staphylococcus aureus ini diproduksi oleh Produsen Bahan Acuan (PBA) Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP). Plt. Direktur Jenderal PDSPKP, Machmud, menegaskan bahwa pengembangan bahan acuan ini merupakan bagian dari upaya strategis KKP untuk memperkuat standar produk berdaya saing dalam mendukung pemenuhan persyaratan pasar global.
"Pengembangan Bahan Acuan ini memastikan hasil pengujian laboratorium tertelusur dan sesuai standar internasional, sehingga produk perikanan Indonesia semakin terjamin kualitasnya dan berdaya saing tinggi," kata Machmud dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9 Maret 2026). Ia menambahkan bahwa keberadaan bahan acuan terakreditasi ini tidak hanya meningkatkan keandalan laboratorium pengujian, tetapi juga membangun kepercayaan pasar global terhadap produk perikanan Indonesia.
Proses Ketat dan Manfaat Luas Bahan Acuan
Kepala BBP3KP selaku Produsen Bahan Acuan, Rahmadi Sunoko, menjelaskan bahwa bahan acuan Staphylococcus aureus yang dikembangkan telah melalui proses yang sangat ketat. "Proses pengembangan memastikan kemurnian, homogenitas, dan stabilitas bahan acuan, sehingga membantu laboratorium menjaga konsistensi hasil uji, khususnya dalam pengujian cemaran mikroba pada produk perikanan," ujar Rahmadi.
Menurutnya, bahan acuan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh laboratorium internal KKP, tetapi juga dapat digunakan oleh laboratorium mitra di seluruh Indonesia. Hal ini sekaligus memperkuat kemandirian nasional dalam penyediaan bahan acuan berstandar internasional, mengurangi ketergantungan pada impor. Bahan acuan produksi BBP3KP telah memenuhi standar internasional, termasuk ISO 17034:2016 serta standar terkait lainnya, dan digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis laboratorium seperti verifikasi metode uji, uji banding antar laboratorium, dan uji profisiensi.
Komitmen KKP dalam Jaminan Mutu Terintegrasi
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menjaga mutu dan keamanan produk perikanan dari hulu hingga hilir. Penguatan sistem jaminan mutu yang terintegrasi menjadi bagian penting dari strategi peningkatan daya saing produk perikanan Indonesia di kancah global. Dengan adanya produsen bahan acuan mikroba terakreditasi pertama di Indonesia, KKP menunjukkan dedikasinya dalam menerapkan standar tinggi yang sejalan dengan praktik terbaik internasional, mendorong industri perikanan nasional menuju keunggulan yang berkelanjutan.
