Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak, Lanjutkan Amanah Presiden Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dipusatkan di Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan cita-cita Indonesia mencapai swasembada pangan nasional.
Komitmen Polri untuk Ketahanan Pangan
Kapolri menyampaikan bahwa dirinya telah melaporkan rencana kegiatan ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan perintah untuk melanjutkannya. "Beberapa hari yang lalu saya melaporkan kepada Bapak Presiden tentang rencana acara ini. Saya menanyakan kepada beliau apakah untuk program ini masih lanjut, dan beliau perintahkan lanjutkan. Tentunya ini menjadi amanah beliau dan harus kita betul-betul laksanakan," ujar Kapolri pada Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran polda se-Indonesia melalui Zoom Meeting, dengan kehadiran langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dan sejumlah pejabat lainnya di lokasi. Kapolri menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata Polri dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa penanaman jagung ini sangat diperlukan mengingat kebutuhannya semakin meningkat, terutama dalam upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Swasembada ketahanan pangan khususnya jagung yang kebutuhannya semakin besar karena juga ada program MBG, program BGN yang membutuhkan pakan ternak yang cukup. Sehingga mau tidak mau, selain untuk kebutuhan yang biasa kali ini ada juga kebutuhan ekstra," katanya.
Kapolri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh polda jajaran, kementerian, lembaga, dan stakeholders lainnya yang berperan aktif dalam mewujudkan program swasembada pangan ini.
Respons terhadap Situasi Global
Menyinggung situasi politik global, termasuk perang AS-Israel melawan Iran, Kapolri menyampaikan bahwa dunia dihadapkan dengan situasi yang penuh ketidakpastian, yang juga berdampak pada perekonomian Indonesia. "Kita ingat pidato Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, bahwa untuk bisa menghadapi situasi global yang tidak menentu maka kita harus bisa mandiri, kita harus bisa berdiri di kaki sendiri," ujarnya.
Oleh karena itu, kebijakan Presiden Prabowo dalam mendorong swasembada pangan dan energi dinilai sebagai langkah tepat untuk menghadapi potensi ancaman di masa depan. "Dan tentunya bagaimana ke depan kita betul-betul bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," pungkas Kapolri.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan nasional, sekaligus merespons tantangan global dengan meningkatkan kemandirian Indonesia.
