Jawa Tengah Lampaui Target Gerakan Pangan Murah, 333 Kali Digelar di Awal 2026
Jateng Lampaui Target Gerakan Pangan Murah, 333 Kali Digelar

Jawa Tengah Lampaui Target Gerakan Pangan Murah, 333 Kali Digelar di Awal 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berhasil melampaui target pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk triwulan pertama tahun 2026. Data menunjukkan bahwa program ini telah digelar sebanyak 333 kali selama periode Januari hingga awal Maret, melebihi target awal yang ditetapkan sebanyak 308 kali.

Upaya Stabilisasi Harga Bahan Pokok

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program GPM merupakan langkah konkret Pemprov Jateng dalam mengendalikan harga bahan pokok. Inisiatif ini khususnya dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat selama bulan Ramadan 2026, sekaligus berperan dalam menekan tingkat inflasi regional.

"Ini menjadi model bagi kita agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita," ujar Luthfi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 6 Maret 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meninjau dan membuka Gerakan Pangan Murah Serentak di Halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat.

Koordinasi dan Apresiasi

Ahmad Luthfi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan GPM yang dikoordinasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah. Kegiatan ini dinilai sebagai upaya nyata untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok penting dengan harga yang terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengonfirmasi capaian tersebut. "Sampai dengan kemarin, GPM sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target," jelas Dyah Lukisari. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Gubernur, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah.

Kondisi Harga dan Pelaksanaan Serentak

Secara umum, harga bahan pokok penting di Jawa Tengah dilaporkan relatif stabil. Namun, terdapat lonjakan harga pada komoditas cabai, dengan harga rata-rata konsumen mencapai sekitar Rp 81.000 per kilogram. Angka ini lebih tinggi 42,2% dari harga acuan pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 57.000 per kilogram.

Meski telah melampaui target, Gerakan Pangan Murah tetap dilanjutkan oleh Pemprov Jateng. Salah satu bentuknya adalah peluncuran gerakan pangan murah serentak yang digelar di 35 kabupaten/kota. Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Empat daerah lainnya—Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal—telah lebih dulu menggelar GPM pada Kamis, 5 Maret 2026. Komoditas yang disalurkan dalam GPM serentak ini meliputi:

  • Beras: 74 ton
  • Gula pasir: 7.250 kilogram
  • Minyak goreng: 21.000 liter
  • Telur ayam ras: 11.500 kilogram
  • Bawang putih: 3.400 kilogram

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Manfaat dari Gerakan Pangan Murah ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Eni, seorang warga Semarang Barat, mengungkapkan kepuasannya setelah berbelanja di lokasi GPM. Ia mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar biasa.

"Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu, di sini dapat Rp 15.500. Beras biasanya yang premium Rp 16.000 per kilogram, di sini Rp 62.500 per 5 kilogram," tutur Eni. Pengalaman ini mencerminkan bagaimana program GPM berhasil memberikan bantuan nyata dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam menyambut Ramadan 2026.