Pemprov DKI Basmi Ikan Sapu-sapu, Hampir 7 Ton Ditumpas dalam Sehari
DKI Basmi Ikan Sapu-sapu, 7 Ton Ditumpas Sehari

Pemprov DKI Gencar Basmi Ikan Sapu-sapu, Hampir 7 Ton Ditangkap dalam Sehari

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi spesies invasif ini. Dalam satu hari terakhir, sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mendekati 7 ton berhasil diamankan dari lima wilayah di ibu kota untuk kemudian dimusnahkan.

Data Tangkapan per Wilayah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, mengonfirmasi bahwa hasil tangkapan terbesar berasal dari Jakarta Selatan. Di wilayah ini, 63.600 ekor ikan dengan berat 5,3 ton ditangkap di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

Sementara itu, di wilayah lain:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Jakarta Timur: 4.128 ekor dengan berat 825,5 kg dari 10 titik kecamatan.
  • Jakarta Pusat: 536 ekor dengan berat 565 kg dari tujuh titik kecamatan.
  • Jakarta Utara: 545 ekor dengan berat 271 kg dari saluran penghubung RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat.
  • Jakarta Barat: 71 ekor dengan berat 17 kg dari Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi.

Ancaman Serius bagi Ekosistem

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta telah mencapai lebih dari 60 persen. Dominasi ikan ini dinilai sebagai ancaman serius karena sifat invasifnya yang memangsa telur ikan lain, sehingga spesies lokal sulit bertahan hidup.

"Ikan ini sangat invasif, membuat ikan-ikan endemik lokal hampir tidak bisa survive karena telurnya dimakan," tegas Pramono saat meninjau operasi di Kelapa Gading. Selain itu, ikan sapu-sapu juga berbahaya untuk dikonsumsi karena memiliki kadar residu tinggi di atas 0,3, yang dapat membahayakan kesehatan.

Rencana Revisi Aturan dan Metode Pengendalian

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Haeru Rahayu, menyatakan bahwa pemerintah berencana merevisi Peraturan Menteri untuk pengendalian populasi ikan sapu-sapu agar lebih aplikatif di lapangan. Dia mengakui bahwa pengendalian ikan ini bukan hal mudah, karena secara biologis belum ada predator alami yang efektif, dan pendekatan kimia berisiko merusak lingkungan.

"Metode konvensional seperti penangkapan langsung menjadi yang paling efektif saat ini," ujar Haeru. KKP siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menekan populasi ikan sapu-sapu yang mengancam keberadaan ikan lain di perairan Jakarta.

Operasi ini akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah dampak lebih lanjut dari invasi ikan sapu-sapu di wilayah ibu kota.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga