Australia Serius Kembangkan Industri Kopi Domestik, Kurang dari 1% Konsumsi dari Dalam Negeri
Australia Kembangkan Industri Kopi Domestik, Kurang dari 1% Konsumsi

Australia, salah satu negara dengan konsumen kopi terbesar di dunia, tengah berupaya serius mengembangkan industri kopi domestik. Saat ini, kurang dari satu persen kopi yang dikonsumsi di Australia ditanam di dalam negeri, sisanya diimpor. Namun, panen kopi yang sedang berlangsung di Atherton Tablelands, Queensland, memicu optimisme para peneliti dan petani bahwa industri kopi dalam negeri memiliki ruang untuk tumbuh.

Penelitian Varietas Kopi Baru

Profesor budi daya tanaman dan genetika di Southern Cross University, Tobias Kretzschmar, telah menguji berbagai varietas kopi selama bertahun-tahun untuk mengidentifikasi jenis yang paling cocok dengan kondisi Australia. Penelitiannya mengidentifikasi empat varietas kopi yang menjanjikan, dan para petani kini mulai meningkatkan produksi di lahan pertanian komersial.

"Kita tidak akan pernah menjadi pasar utama, jadi kita tidak akan pernah bisa memenuhi seluruh permintaan kopi Australia, bahkan jika kita menggenjot produksi ke titik maksimal," kata Profesor Kretzschmar. "Yang kita inginkan adalah intensifikasi yang berkelanjutan. Mungkin kita bisa berkembang dengan adanya preferensi konsumen yang bergeser, juga karena kita mulai kompetitif dari segi harga."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perluasan Wilayah Produksi

Meskipun industri kopi Australia saat ini terkonsentrasi di Queensland Utara dan New South Wales bagian utara, Profesor Kretzschmar mengatakan ada wilayah-wilayah baru yang memiliki potensi. "Sekarang kita akan menguji apakah kita bisa menanam kopi di Australia Barat, juga memperluas area produksi di wilayah yang sudah mapan," katanya. "Ini memungkinkan kopi menjadi komoditas yang lebih besar dalam industri dan pasar kopi Australia."

Ia menambahkan bahwa minat terhadap kopi juga meningkat di kalangan produsen yang ingin melakukan diversifikasi, khususnya petani alpukat. "Salah satu pendorong utama yang kami sadari adalah kelebihan produksi alpukat di Australia," ujarnya. "Banyak petani alpukat yang ingin melakukan diversifikasi. Secara tradisional, jika bisa menanam alpukat, iklim dan tanahnya pun cocok untuk menanam kopi juga, jadi itu layak dicoba."

Profesor Kretzschmar juga menyebutkan bahwa para petani makadamia mulai menjajaki kopi sebagai tanaman alternatif.

Panen dan Permintaan Meningkat

Petani kopi Queensland utara, Jack Murat, telah menguji beberapa varietas baru di pertaniannya dan memperluas produksi baik dari segi varietas maupun volume. "Kami akan menanam 80.000 tanaman lagi [tahun ini]," katanya. Jack mengatakan bahwa saat ini kurang dari 0,5 persen kopi yang dikonsumsi di Australia diproduksi, ditanam, dan dipanggang di dalam negeri. "Akan sangat baik kalau kita bisa menaikkan angka itu beberapa persen," harapnya.

Ia mencatat minat konsumen terhadap kopi Australia selama lima tahun terakhir terus meningkat. "Saya kira permintaan untuk kopi yang ditanam dan diproduksi di Australia, tetapi juga produk pertanian secara umum, cukup baik karena kita memiliki standar kualitas yang baik," ujarnya. "Saya tidak menemukan alasan mengapa konsumen tidak dapat terus memperluas dan mengeksplorasi jalur penanaman kopi Australia."

Petani kopi Mareeba, Rob Jaques, juga mengharapkan panen melimpah musim ini. "Kami mengantisipasi salah satu panen terbesar yang pernah ada, dan sekarang sudah terkonfirmasi ini adalah panen terbesar yang pernah kami alami," katanya. Ia melaporkan bahwa jumlah konsumennya telah meningkat 20 persen dari tahun ke tahun selama empat tahun terakhir. "Pasarnya sangat besar ... semakin banyak orang menyadari bahwa kopi Australia itu enak," kata Rob. "Sekarang semakin banyak orang menanam kopi di Australia, yang benar-benar menaikkan citra kopi Australia."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga