Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Pengusaha RI-AS Senilai USD 38,4 Miliar
Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyaksikan momen bersejarah penandatanganan 11 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat. Nilai total dari kesepakatan ini mencapai 38,4 miliar dolar AS, menandai babak baru dalam hubungan ekonomi bilateral kedua negara.
Lokasi dan Waktu Penandatanganan
Acara penandatanganan berlangsung dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC). Kegiatan ini dihelat di Gedung U.S Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung ekspansi bisnis dan investasi.
Rincian Sektor Kerja Sama
Berdasarkan siaran pers dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, ke-11 MoU tersebut mencakup kolaborasi di berbagai bidang strategis. Kerja sama ini meliputi sektor pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, manufaktur furnitur, serta pengembangan teknologi. Berikut adalah daftar lengkap nota kesepahaman yang ditandatangani:
- Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral: Ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
- MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton: Ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla.
- MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc: Ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse.
- MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council: Ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck.
- MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council: Ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck.
- MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel: Ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb.
- MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc: Ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp.
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence: Ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman.
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group: Ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba.
- Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC: Ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon.
- MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council: Ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.
Implikasi dan Dampak Ekonomi
Penandatanganan MoU senilai miliaran dolar ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global, khususnya dalam menarik investasi asing langsung. Kerja sama ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan transfer teknologi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Presiden Prabowo dalam kesempatan lain menegaskan bahwa Indonesia dan AS memilih untuk memperdalam kerja sama, termasuk dalam hal akses pasar yang lebih kuat.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, hubungan bilateral Indonesia-AS semakin erat, tidak hanya di bidang politik tetapi juga dalam aspek ekonomi dan perdagangan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong hilirisasi dan diversifikasi industri dalam negeri.



