Prabowo Paparkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 5 Persen
Presiden Prabowo Subianto memaparkan strategi pemerintah Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di atas 5 persen, dengan mempercepat pembangunan konektivitas dan transisi energi sebagai fondasi jangka panjang. Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) di Gedung USCC, Washington DC, Amerika Serikat, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama dan stabilitas sebagai prasyarat utama untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Stabilitas Politik dan Hukum sebagai Kunci Kepercayaan Investor
Menurut Presiden Prabowo, stabilitas politik, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintah yang baik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor. Dia menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat berkat disiplin fiskal yang terjaga dan pertumbuhan stabil di atas 5 persen, yang diharapkan terus meningkat. "Saya belajar bahwa kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya akan terbukti lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan bagi semua pihak," ujar Prabowo dalam pertemuan tersebut, seperti dilansir Antara, Rabu (19/2/2026).
Prabowo meyakini bahwa kolaborasi dan kompromi antara para pemimpin bangsa akan menciptakan iklim kepercayaan yang kuat bagi investasi. Salah satu strategi yang menjadi fokus utama pemerintah adalah penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput atau masyarakat yang paling bawah. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan dapat dipertahankan dalam jangka panjang dengan pengelolaan sumber daya alam yang sehat dan berkelanjutan.
Infrastruktur dan Konektivitas Jadi Prioritas Utama
Presiden Prabowo menambahkan bahwa pemerintah menempatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas sebagai prioritas. Dia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang besar, terutama dalam peningkatan efisiensi logistik. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berencana membangun pelabuhan, bandara, dan jalan tol untuk meningkatkan efisiensi tersebut.
Selain itu, Prabowo memastikan bahwa transisi energi menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah. Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri energi hijau. "Kami berkomitmen pada energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau, namun pendekatan kami sangat pragmatis," imbuhnya.
Strategi Jangka Panjang untuk Daya Saing Global
Dengan kombinasi stabilitas politik, penguatan investasi, pembangunan konektivitas, serta transisi energi yang terukur, pemerintah optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah fokus pada tiga pilar utama:
- Konektivitas untuk meningkatkan efisiensi logistik dan akses pasar.
- Transisi energi untuk mendukung keberlanjutan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Ekonomi akar rumput untuk memastikan pertumbuhan inklusif dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Strategi ini diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, sambil mengendalikan perekonomian dengan memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara sehat dan berkelanjutan. "Kita ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi kita juga perlu mengendalikan perekonomian dalam arti memastikan pemanfaatan sumber daya alam kita dilakukan secara sehat dan berkelanjutan," kata Presiden Prabowo.
Pemerintah Indonesia terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra dagang seperti Amerika Serikat, untuk memperkuat akses pasar dan mendorong investasi yang mendukung tujuan pembangunan nasional. Dengan pendekatan yang pragmatis dan berorientasi pada hasil, strategi ini diharapkan dapat membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan di masa depan.