Prabowo Paparkan 18 Proyek Hilirisasi dalam Forum Bisnis di Amerika Serikat
Presiden Prabowo Subianto memaparkan 18 proyek hilirisasi kepada para pebisnis Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi ekonomi nasional. Presentasi ini dilakukan dalam acara Business Summit yang digelar di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu 18 Februari 2026.
Strategi Besar untuk Nilai Tambah dan Lapangan Kerja
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sedang bergerak untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan di dalam negeri. "Kami baru saja memulai 18 proyek hilirisasi tahun ini," ujar Presiden, seperti dilaporkan oleh Antara pada Kamis 19 Februari 2026. Proyek-proyek ini dirancang untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sumber daya alam Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja baru dan memperkuat struktur industri nasional.
Prabowo juga menggarisbawahi peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sebagai instrumen pembiayaan utama yang akan mempercepat realisasi proyek-proyek hilirisasi tersebut. Dukungan pembiayaan nasional ini diharapkan dapat membuat proyek lebih menarik tanpa terlalu bergantung pada modal asing.
Dukungan Proyek Waste-to-Energy dan Infrastruktur
Selain proyek hilirisasi, pemerintah juga sedang menyiapkan proyek pendukung pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) senilai 3 miliar dolar AS. Proyek ini tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Presiden menegaskan bahwa program hilirisasi memiliki keterkaitan erat dengan agenda transisi energi. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, serta industri berbasis energi hijau melalui pendekatan yang pragmatis dan disesuaikan dengan kemampuan dalam negeri.
Pemerintah tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor industri, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang. Pembangunan pelabuhan, bandara, dan jalan tol menjadi prioritas untuk meningkatkan kelancaran serta efisiensi distribusi logistik nasional. Hal ini dianggap penting untuk mendukung keberhasilan agenda hilirisasi.
Indonesia sebagai Basis Pasar dan Produksi yang Menarik
Kepala Negara menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi basis pasar yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Amerika. "Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini, dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi juga kami berharap dapat dimanfaatkan sebagai basis produksi dan dipandang sebagai mitra strategis yang baik di kawasan," ucap Prabowo.
Penguatan industri pengolahan dinilai sebagai kunci agar Indonesia dapat naik kelas dalam rantai pasok global. Dengan proyek-proyek hilirisasi ini, pemerintah berharap dapat meminimalkan ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah ekonomi secara keseluruhan.



