Jateng dan Aceh Teken Kerja Sama Ekonomi Rp1,06 Triliun
Jateng-Aceh Teken Kerja Sama Ekonomi Rp1,06 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperkuat kolaborasi antardaerah melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di berbagai sektor. Nilai total kerja sama tersebut mencapai Rp1,06 triliun dengan masa berlaku selama satu tahun setelah penandatanganan.

Penandatanganan Perjanjian

Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Kantor Gubernur Aceh pada Kamis (23/4/2026). Dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026), Luthfi menjelaskan bahwa kerja sama ini bersifat business to business (B to B) yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Rincian Kerja Sama

Perjanjian tersebut mencakup beberapa kategori. Pertama, kerja sama antar OPD Provinsi Jawa Tengah dan Aceh senilai Rp138,56 miliar, meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kedua, kerja sama antar BUMD senilai Rp696,2 miliar, mencakup PT JTAB dan PT JPEN dengan PT Pembangunan Aceh (Pema), serta Bank Jateng dengan Bank Syariah Aceh. Ketiga, kerja sama antar asosiasi, yaitu Kadin Jateng dan Hipmi Jateng dengan Kadin Aceh dan Hipmi Aceh senilai Rp230 miliar. Terakhir, kerja sama antarkabupaten antara Klaten dan Gayo Lues untuk bidang pariwisata, budaya, dan industri senilai Rp1 miliar.

Tujuan dan Harapan

Luthfi menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari skema collaborative government atau pemerintahan kolaboratif. Dengan demikian, daerah satu dengan lainnya dapat saling melengkapi untuk maju dan tumbuh bersama. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan menciptakan ekonomi baru di masing-masing daerah.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah penduduk besar dan Ahmad Luthfi sebagai pemimpin yang mampu mengoordinasi jajarannya dengan baik. Muzakir berharap kerja sama ini dapat mendorong pembangunan di kedua daerah.

"Kita berharap ini memberikan motivasi lebih kepada kami untuk membangun Aceh. Nanti kita lebih sering komunikasi terkait segi perdagangan dan segi aparatur negara," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga