Investasi China di Jawa Tengah Melonjak, Capai Rp 9,27 Triliun pada 2024
Investasi China di Jateng Melonjak, Capai Rp 9,27 Triliun

Investasi China di Jawa Tengah Tunjukkan Tren Meningkat Signifikan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menerima kunjungan delegasi pemerintah Provinsi Fujian, China, di kantornya. Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin mengungkapkan bahwa tren investasi dari China ke Jawa Tengah semakin menguat dari tahun ke tahun, menandakan hubungan ekonomi yang semakin erat.

Data Realisasi Investasi yang Mengalami Lonjakan

Secara berkesinambungan, realisasi investasi China di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2020, nilainya tercatat sebesar Rp 552,9 miliar. Angka ini kemudian naik menjadi Rp 889,6 miliar pada tahun 2021, dan melonjak drastis menjadi Rp 1,97 triliun di tahun 2022.

Meskipun sempat mengalami penurunan menjadi Rp 1,59 triliun pada tahun 2023, investasi tersebut kembali meningkat secara berlipat ganda pada tahun 2024, mencapai angka yang sangat tinggi yaitu Rp 9,27 triliun. Bahkan, pada triwulan III tahun 2025, realisasi investasinya sudah mencapai Rp 7,759 triliun, menunjukkan momentum yang kuat.

"Ini menjadi investasi tertinggi pada lima tahun terakhir. Menunjukkan hubungan Jawa Tengah dengan Tiongkok ini saling menguntungkan," ucap Taj Yasin dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Selasa (25/11/2025).

Penyebaran dan Sektor Investasi Utama

Investasi dari China tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah, antara lain Kendal, Demak, Kota Semarang, Jepara, dan Batang. Sektor tekstil menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 49% dari total investasi yang ditanamkan.

Taj Yasin juga memaparkan berbagai potensi investasi lain yang dapat dikembangkan, termasuk:

  • Pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Banyumas
  • Pembangkit listrik tenaga geotermal di Telomoyo, Kabupaten Semarang
  • Industri tepung singkong atau mocaf di Kabupaten Banjarnegara
  • Pengembangan wisata di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara
  • Industri kelapa terpadu di Kabupaten Cilacap dan Grobogan

"Kami juga memiliki potensi kerja sama kelautan dan perikanan antara Jawa Tengah dengan Fujian. Semoga pertemuan ini semakin memperkokoh Jawa Tengah dan Fujian untuk pengembangan ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan," tambahnya.

Respon Positif dan Usulan Penerbangan Langsung

Delegasi Pemerintah Fujian, Guo Ningning, menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Mempertimbangkan hubungan yang sudah terjalin baik dalam jangka waktu lama dan tren investasi yang semakin tinggi, Guo Ningning mengusulkan pembukaan penerbangan langsung antara Semarang dan Fuzhou.

"Direct Flight dari Semarang ke Fuzhou bisa segera dibuka. Karena kalau sudah dibuka pasti akan memudahkan kerja sama yang bisa dilakukan di berbagai bidang," tutupnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi ekonomi antara kedua wilayah, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi Jawa Tengah dan Provinsi Fujian, China.