KOMPAS.com - Sebagai anak punk, penampilan Hafid (22) kerap dipandang sebelah mata. Potongan rambutnya mohawk dan dicat merah menyala. Hidungnya dipasang piercing yang sering disimbolkan sebagai anak rebel. Pakaiannya juga serba hitam, lengkap dengan jaket kulit berduri, celana ketat, dan sepatu boot. Namun, pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini membuktikan bahwa penampilan bukanlah segalanya.
Transformasi Menjadi Kurir Sayur
Berbeda dengan anak punk pada umumnya, Hafid tidak lagi menghabiskan waktu mengamen di jalanan. Sejak awal 2025, dia memutuskan pindah ke Solo dan banting setir menjadi kurir sayur. Setiap pagi, dia mengendarai sepeda motor menuju Pasar Legi di Solo untuk memulai pekerjaannya. Hafid, yang akrab disapa Kipli, kini bekerja di Depot Sayur Sejahtera milik rekannya, Hilman Ramadhon (29).
Semangat Baru di Pasar Legi
Kipli mengaku senang dengan pekerjaan barunya. Meskipun penampilannya masih khas anak punk, dia tidak merasa minder. Justru, dia merasa lebih dihargai karena bekerja keras dan jujur. Hilman, pemilik depot, juga mengapresiasi dedikasi Kipli. Menurutnya, Kipli adalah pekerja yang rajin dan tidak pernah mengeluh.
Perubahan karier Kipli ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dia membuktikan bahwa latar belakang atau penampilan tidak menentukan masa depan seseorang. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah dan bekerja keras.



