Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (14/5/2026) siang. Fenomena ini terjadi di tengah penguatan dollar AS di pasar global. Berdasarkan data yang dihimpun, pada pukul 12.12 WIB, rupiah berada di level Rp 17.518 per dollar AS atau melemah sekitar 0,24 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya pada Rabu (13/5/2026) yang berada di posisi Rp 17.476 per dollar AS.
Penyebab Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Dikutip dari Kontan, kondisi ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan akibat penguatan dollar AS. Di kawasan Asia, won Korea Selatan tercatat melemah sekitar 0,2 persen ke level 1.492,9 per dollar AS. Sementara itu, ringgit Malaysia dan dollar Taiwan cenderung bergerak stabil dalam perdagangan hari ini.
Dampak bagi Perekonomian
Pelemahan rupiah dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk impor dan inflasi. Namun, Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan global dan kebijakan moneter ke depan.



