Warga Keberatan Kenaikan Tarif Transjabodetabek, Khawatir Biaya Hidup Membengkak
Warga Keberatan Tarif Transjabodetabek Naik, Khawatir Biaya Hidup

Warga Keberatan Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mewacanakan kenaikan tarif angkutan Transjabodetabek. Warga menyatakan penolakan karena khawatir akan mempengaruhi pengeluaran sehari-hari.

Maria, warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, mengaku sering bepergian ke Bogor atau sekadar menemui teman. Transjabodetabek menjadi pilihan utamanya saat berkunjung ke Blok M.

“Kayaknya bakal pengaruh juga karena kadang kalau main bisa sampai ke Bogor. Soalnya teman aku ada yang kuliah di Bogor juga, jadi aku sering nyamperin ke kosan juga, jadi kayaknya itu akan sangat pengaruh banget,” kata Maria saat ditemui di Blok M, Minggu (14/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia meminta agar tarif Transjabodetabek tidak naik. Menurutnya, bagi pekerja yang tinggal di kos-kosan, kenaikan akan sangat terasa.

“Kalau bisa, kalau bisa banget, jangan sampai harganya naik. Karena Rp 3.500 itu udah aku hitung untuk sebulan aku habisnya berapa kalau pergi kerja, kalau weekend. Terus kalau sampai naik, itu akan sangat mengganggu cost living aku sih,” imbuhnya.

Bagi Maria, Transjabodetabek atau Transjakarta merupakan transportasi umum yang murah dan mudah diakses. “Jadi kalau sampai ada kenaikan, kayaknya itu akan sangat mempengaruhi,” ucapnya.

Sementara itu, Annisa, warga Banten yang sesekali menggunakan Transjabodetabek, mengaku setuju dengan kenaikan asalkan tidak terlalu tinggi. “Kenaikan boleh aja yang penting masih terjangkau ya. Misalnya naik dari, karena sekarang BBM juga naik, otomatis semua naik,” ucap Annisa.

Ia menuturkan, tarif yang masih terbilang wajar adalah Rp 5.000. Menurutnya, kenaikan pasti akan berpengaruh baginya. “Ya masuk di akal juga sih kalau ada kenaikan, tapi diharapkan ibu-ibu rumah tangga itu masih terjangkau, jadi enggak usah, enggak terlalu tinggi gitu naiknya,” kata Annisa. “Bolehlah ke Rp 5.000, masih standar kayak gitu,” sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga