Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis bahwa jumlah pengguna transportasi umum akan terus meningkat meskipun terjadi penyesuaian tarif Transjabodetabek. Keyakinan ini diperkuat dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini terjadi.
"Apalagi dengan kenaikan BBM ini, maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar," ujar Pramono di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6), seperti dikutip dari Antara.
Komitmen Tingkatkan Pengguna Transportasi Umum
Pramono menegaskan komitmennya untuk meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum. Saat ini, konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai 93 persen. Meskipun pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen, ia yakin angka tersebut dapat naik.
"Apalagi, 15 golongan kita gratiskan. Sehingga dengan demikian, di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik. Pilihannya juga banyak, apakah itu MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, dan sebagainya," ungkap Pramono.
Sebelumnya, Pramono menargetkan kenaikan jumlah pengguna transportasi umum sebesar 5 hingga 10 persen setiap tahun. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan polusi di ibu kota.
Kebijakan Baru untuk Dorong Transportasi Umum
Selain menggratiskan transportasi umum untuk 15 golongan, Pramono juga menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 6 Tahun 2025. Instruksi tersebut mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
Penyesuaian Tarif Transjabodetabek
Pramono menegaskan bahwa pihaknya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh penyesuaian tarif Transjabodetabek agar tidak membuat warga kembali menggunakan kendaraan pribadi. "Prinsipnya, pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh agar tidak membuat orang beralih ke kendaraan pribadi kembali," kata Pramono.
Ia berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman bagi warganya. Meski tarif Transjabodetabek disesuaikan, Pramono mengatakan pihaknya akan menambah armada untuk meningkatkan kualitas layanan.
"Supaya habit atau perilaku orang naik transportasi umumnya meningkat, dan itu yang akan kami lakukan," jelasnya.
Subsidi Transjabodetabek Tetap Ada
Pramono tidak ingin memperdebatkan subsidi tarif Transjabodetabek dengan daerah penyangga. Ia memilih fokus pada kelancaran layanan transportasi antardaerah. Pramono mengaku telah dihubungi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan menegaskan bahwa Pemerintah Jakarta tetap akan memberikan subsidi untuk Transjabodetabek.
Namun, penyesuaian akan dilakukan agar beban subsidi tidak semakin besar. Sebagai contoh, tarif Rp3.500 untuk rute Blok M–Soekarno Hatta dinilai terlalu berat. "Enggak mungkin tidak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi. Tetapi yang jelas, bahwa akan ada beberapa penyesuaian yang diperlukan," ucap Pramono.
Ia menjelaskan bahwa beban Transjabodetabek cukup besar karena hampir semua halte di luar wilayah Jakarta harus dirawat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini menjadi dasar pertimbangan penyesuaian tarif.



