Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026 kembali menjadi sorotan setelah teknologi video assistant referee (VAR) gagal menampilkan visualisasi offside yang menjadi dasar keputusan penting dalam pertandingan. Peristiwa kontroversial itu terjadi saat laga Grup B antara Swiss dan Qatar di Santa Clara, Sabtu (13/6/2026), yang berakhir imbang 1-1.
Kronologi Insiden
Pemain Swiss, Remo Freuler, diduga berada dalam posisi offside sebelum dijatuhkan oleh kiper Qatar, Mahmoud Abunada, di kotak penalti. Insiden tersebut kemudian berujung pada hadiah penalti yang sukses dikonversi oleh Breel Embolo untuk membawa Swiss unggul lebih dulu.
Kegagalan Teknologi VAR
Yang menjadi perdebatan adalah ketidakmampuan VAR untuk menampilkan garis offside secara visual kepada wasit dan penonton. Padahal, teknologi tersebut seharusnya memberikan kejelasan posisi pemain saat bola dimainkan. Keputusan wasit yang mengandalkan VAR tanpa visualisasi ini menuai kritik dari berbagai pihak.
Qatar akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui gol Hasan Al-Haydos, sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Meski demikian, kontroversi VAR tetap menjadi topik hangat setelah laga usai.
Reaksi Publik dan Pengamat
Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa insiden ini menunjukkan kelemahan sistem VAR yang masih perlu diperbaiki. Mereka menekankan pentingnya transparansi visual agar keputusan dapat diterima oleh semua pihak. Publik pun ramai memperdebatkan apakah teknologi VAR sudah layak digunakan di turnamen sebesar Piala Dunia.



