Pramono Anung Kumpulkan Mantan Gubernur Jakarta di Perayaan Cap Go Meh 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam perayaan Cap Go Meh 2026 di Pancoran Chinatown Point Mall, Jakarta Barat, pada Selasa, 3 Maret 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta ini menjadi momen istimewa dengan kehadiran sejumlah mantan gubernur yang pernah memimpin ibu kota.
Kehadiran Para Mantan Gubernur
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa perayaan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting lintas generasi. Mereka termasuk Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2012), Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012), Djarot Saiful Hidayat (Gubernur DKI Jakarta 2017), Anies Rasyid Baswedan (Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022), dan Teguh Setyabudi (Penjabat Gubernur DKI Jakarta). Kehadiran mereka disambut hangat oleh Pramono Anung dan warga yang memadati kawasan Glodok.
Para mantan gubernur tersebut tampil kompak mengenakan Changshan, busana tradisional Tionghoa untuk pria yang sering digunakan dalam perayaan Imlek. Momen ini dinilai mengirimkan pesan kuat tentang keberlanjutan pembangunan dan penghormatan mendalam terhadap keberagaman etnis di Jakarta.
Rangkaian Acara dan Makna Perayaan
Perayaan Cap Go Meh 2026 berlangsung dalam dua sesi, yaitu pukul 10.00–14.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB. Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya, seperti barongsai, liong, tanjidor, ondel-ondel, permainan tradisional egrang, dan Tari Selendang Dendang yang merepresentasikan seni Betawi. Selain itu, terdapat bazar UMKM yang mempromosikan produk kuliner, kerajinan, dan kreativitas khas Jakarta.
Dalam keterangan resminya di Instagram @disparekrafdki, Disparekraf DKI menyatakan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar penutup rangkaian Imlek, tetapi juga momentum untuk merayakan keberagaman dan harmoni di Jakarta. Perayaan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya serta memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang menjunjung tinggi toleransi.
Pesan Harmoni dan Toleransi
Kehadiran para mantan gubernur dari berbagai periode kepemimpinan menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan pembangunan berkelanjutan di ibu kota. Pramono Anung mengajak masyarakat untuk turut serta dalam perayaan ini, dengan harapan dapat memperkaya wajah kota Jakarta melalui semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap budaya.
Perayaan Cap Go Meh di kawasan Pecinan Jakarta ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman, mencerminkan nilai-nilai inklusivitas yang menjadi fondasi kehidupan sosial di Jakarta.
