Cap Go Meh Jakarta 2026 Digelar di Pancoran, Tampilkan Seni Budaya dan Bazar UMKM
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) resmi menggelar perayaan Cap Go Meh Jakarta 2026. Acara ini dihelat di Pancoran Chinatown Point Mall, Jakarta Barat, pada Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan ini menandai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek dan dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi, yaitu pukul 10.00–14.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB.
Momentum Keberagaman dan Harmoni
Dalam keterangan resmi di akun Instagram @disparekrafdki, Disparekraf DKI menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar penutup Imlek, tetapi juga momentum untuk merayakan keberagaman dan harmoni di Jakarta. "Ajak keluarga dan sahabat, rasakan semaraknya dan jadi perayaan budaya yang memperkaya wajah kota Jakarta," tulis mereka. Acara ini diharapkan menjadi daya tarik wisata budaya dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman etnis.
Rangkaian Atraksi Budaya yang Meriah
Sejumlah pertunjukan seni budaya dihadirkan untuk memeriahkan acara ini, antara lain:
- Pertunjukan barongsai dan liong yang khas dengan gerakan dinamis.
- Kesenian tanjidor dan ondel-ondel yang merepresentasikan budaya Betawi.
- Permainan tradisional egrang untuk interaksi pengunjung.
- Tari Selendang Dendang sebagai wujud seni Betawi yang elegan.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas ekonomi kreatif yang diselenggarakan dalam acara ini.
Dukungan untuk Pelaku Usaha Lokal
Kegiatan Cap Go Meh 2026 juga menghadirkan bazar UMKM yang membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka. Bazar ini menampilkan:
- Kuliner khas Jakarta yang lezat dan autentik.
- Kerajinan tangan yang kreatif dan bernilai seni tinggi.
- Produk kreatif lainnya yang mencerminkan kekayaan budaya ibu kota.
Ini diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal dan memberikan pengalaman berbelanja yang unik bagi pengunjung.
Perayaan Cap Go Meh di kawasan Pecinan Jakarta ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman, memperkaya kehidupan budaya masyarakat Jakarta.
