Angga Sasongko Usul Bangun Pusat Kebudayaan untuk Atasi Kesenjangan Bioskop
Angga Sasongko Usul Pusat Kebudayaan Atasi Kesenjangan Bioskop

Jakarta, Kompas.com - Pemerataan distribusi dan ekshibisi film menjadi topik hangat dalam Diskusi RUU Perfilman yang digelar di Kementerian Kebudayaan pada Rabu, 6 Mei 2026. Angga Dwimas Sasongko, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), mengusulkan agar pemerintah membangun pusat kebudayaan di setiap daerah. Langkah ini dinilai mampu menjawab permasalahan kurangnya persebaran layar bioskop di Indonesia.

Masalah Utama Industri Film

Selama ini, minimnya jumlah layar dan tidak meratanya persebaran bioskop menjadi masalah utama dalam industri film nasional. Kondisi ini menyebabkan film-film independen maupun produksi lokal kesulitan mendapatkan tempat untuk diputar dan bertemu dengan penontonnya.

Harapan Angga Sasongko

Angga Sasongko sebelumnya juga mengungkapkan target awal film Jumbo yang ingin melampaui jumlah penonton Frozen 2. Dengan adanya pusat kebudayaan, diharapkan akses masyarakat terhadap berbagai jenis film semakin luas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Diskusi RUU Perfilman ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan yang mendukung ekosistem perfilman yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga