Tragedi yang menimpa KRL Argo Bromo di Bekasi beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam. Peristiwa nahas tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama dalam hal keselamatan transportasi kereta api. Menanggapi hal tersebut, dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengusulkan pemasangan automatic door atau pintu otomatis pada setiap gerbong kereta.
Usulan Dosen Unesa untuk Keselamatan
Dosen Fakultas Teknik Unesa, Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.T., menyampaikan usulannya secara terbuka. Menurutnya, pemasangan automatic door dapat mencegah kejadian serupa terulang. Pintu otomatis ini dirancang untuk menutup secara mandiri saat kereta bergerak, sehingga penumpang tidak mudah terjatuh atau tersangkut.
Dr. Bambang menjelaskan bahwa teknologi ini sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara maju. Ia berharap Indonesia dapat mengadopsinya demi meningkatkan standar keselamatan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada penumpang mengenai penggunaan fasilitas kereta.
Keunggulan Automatic Door
- Keamanan: Pintu akan tertutup rapat saat kereta berjalan, mengurangi risiko penumpang jatuh.
- Efisiensi: Penumpang tidak perlu lagi menutup pintu secara manual, sehingga proses naik-turun lebih cepat.
- Kontrol: Sistem dapat terintegrasi dengan masinis untuk memastikan semua pintu terkunci sebelum kereta bergerak.
Respons dari PT KAI
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyambut baik usulan tersebut. Namun, mereka juga mempertimbangkan aspek biaya dan teknis. Pemasangan automatic door membutuhkan investasi besar dan modifikasi pada gerbong yang sudah ada. Meski demikian, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan penumpang.
Pelajaran dari Tragedi Bekasi
Tragedi di Bekasi menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas. Banyak pihak mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional KRL. Dosen Unesa berharap usulannya dapat segera diimplementasikan, setidaknya pada kereta-kereta baru yang akan diproduksi.
Lebih lanjut, Dr. Bambang menambahkan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran penumpang. Ia mengimbau agar penumpang selalu berhati-hati dan mengikuti petunjuk keselamatan yang ada.
Langkah Selanjutnya
- KAI melakukan studi kelayakan pemasangan automatic door.
- Pemerintah menyediakan anggaran untuk modernisasi armada kereta.
- Sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan pintu otomatis.
Semoga usulan ini dapat menjadi langkah awal menuju transportasi kereta yang lebih aman dan nyaman bagi semua.



