Jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Bandar Pusaka dengan Kecamatan Sekerak di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kini kembali berfungsi dengan baik. Infrastruktur sementara ini terbukti mampu menghidupkan kembali mobilitas warga setelah sebelumnya sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera bagian utara pada akhir November 2025.
Pemulihan Mobilitas dan Ekonomi
Setiap harinya, jembatan tersebut dilalui ratusan kendaraan milik warga. Para pekerja memanfaatkannya untuk menuju tempat kerja, sementara pelajar menggunakannya sebagai akses utama menuju sekolah. Kehadiran jembatan gantung ini tidak hanya melancarkan mobilitas, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di dua kecamatan yang terhubung.
Apresiasi Warga
Salah seorang warga Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Hendra, mengatakan keberadaan jembatan darurat tersebut membantu kehidupan sehari-hari masyarakat. Hendra menilai akses yang kembali terbuka membuat warga bisa beraktivitas dengan lebih lancar.
"Sangat terbantu lah dengan adanya jembatan ini," kata Hendra, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Diketahui, sebelumnya warga mengandalkan jembatan beton sebagai akses utama antar kecamatan. Namun, jembatan tersebut hancur setelah diterjang banjir pada akhir November 2025, sehingga sempat menghambat mobilitas masyarakat setempat.
Peran Satgas PRR
Menanggapi, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dengan cepat membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara. Langkah ini dinilai tepat karena mampu memulihkan konektivitas antarwilayah dalam waktu relatif singkat, sehingga masyarakat tidak terlalu lama mengalami keterisolasian.
Atas upaya tersebut, warga pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Satgas PRR yang telah sigap menghadirkan kembali akses penghubung bagi mereka.
"Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah," tambah Hendra.
Harapan Masyarakat
Meskipun jembatan gantung saat ini telah memberikan manfaat besar, masyarakat tetap berharap adanya pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut. Masyarakat menginginkan infrastruktur yang lebih kokoh dan nyaman agar dapat menunjang mobilitas jangka panjang secara lebih optimal.
Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian memastikan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana akan terus dilanjutkan dari sekedar beroperasi secara fungsional, menjadi infrastruktur permanen yang menunjang aktivitas masyarakat. Hal tersebut ia tegaskan dalam konferensi pers seusai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Kompleks Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK), Jakarta, Senin (6/4/).
"Pekerjaan (memperbaiki infrastruktur) jalan terus. Saya menghargai betul upaya dari TNI/Polri yang tidak berhenti, kemudian juga BNPB semua bergerak, dan Menteri PU (Dody Hanggodo) juga luar biasa," pungkasnya.



