Napi Lapas Ciangir Suplai Telur ke Hotel Jakarta Hasil Ternak
Napi Lapas Ciangir Suplai Telur ke Hotel Jakarta

Lapas Kelas IIB Ciangir di Kabupaten Tangerang, Banten, memberdayakan narapidana atau warga binaan untuk mengurus hewan ternak dan bertani. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang dipasarkan hingga ke hotel-hotel di Jakarta.

50 Napi Terlibat dalam Program Peternakan

Kepala Kanwil Ditjenpas Banten, Lili, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 50 warga binaan yang telah melalui asesmen ketat untuk bekerja di sektor peternakan dan pertanian. Rencananya, jumlah tersebut akan ditambah 20 orang lagi. "Tentunya warga binaan bekerja di sini mendapat premi. Nah ini yang menjadi semangatnya warga binaan sehingga warga binaan itu mendapat premi sesuai dengan hasil kerjanya," jelas Lili di lokasi, Kamis (9/7/2026).

Asesmen dilakukan secara ketat oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas). "Pastinya kasus-kasusnya ya kriminal umum, ini sebentar lagi mau bebas, dan kita cek asesmennya itu minat bakatnya seperti apa. Jadi kalau ada asesmennya yang tinggi atau emosinya tinggi atau seperti apa, ya ini tidak masuk nominasi di sini," tambah Lili.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hasil Ternak: 860 Kg Telur per Hari dan Pasokan ke Hotel

Kepala Lapas Ciangir, Soeistanto Poedji Djatmiko atau Tanto, menjelaskan bahwa peternakan menjadi usaha unggulan lapas. "Untuk usaha unggulan yang ada di Lapas Terbuka, tentunya bisa kita lihat bareng-bareng tadi itu adalah ayam petelur. Terus kegiatan-kegiatan yang lain itu ada budidaya ayam kampung, terus ada pembesaran sapi pedaging, terus ada budidaya domba," katanya.

Lapas Ciangir mampu memproduksi 860 kilogram telur per hari. Telur tersebut tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga disuplai ke hotel. "Betul (disuplai ke hotel). Salah satunya itu hotel rencananya hotel yang ada di Kemayoran," imbuh Tanto.

Pertanian dan Penjualan Saat Idul Adha

Selain peternakan, warga binaan juga mengelola perkebunan seperti timun, terong, pakcoy, dan bayam. "Untuk perkebunannya itu ada perkebunan tadi bisa kita lihat bareng-bareng itu timun, satu lagi terong, yang di sebelah belakang ini mau kita pakai pakcoy, dan yang di bawah nanti juga bayam, dan paling luasnya itu kita di persawahan," ujar Tanto.

Hasil peternakan juga laris saat mendekati Idul Adha. "Untuk domba itu sama sapi sifatnya tahunan. Domba itu kita kemarin Idul Adha itu mengeluarkan ada sekitar 25 ekor. Untuk sapinya kemarin kita mengeluarkan itu ada sekitar 11 ekor," kata Tanto. Program ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi warga binaan dalam mempersiapkan kehidupan setelah bebas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga