Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad telah menerima kunjungan penting dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Pertemuan ini secara khusus membahas dua isu krusial dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia, yaitu Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dan perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Fokus pada Harmonisasi Regulasi
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan suasana konstruktif tersebut, Dasco dan Andi Gani mendiskusikan upaya untuk menyelaraskan berbagai peraturan ketenagakerjaan yang ada. RUU Ketenagakerjaan menjadi prioritas utama, dengan tujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih komprehensif dan adil bagi seluruh pihak, termasuk pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Andi Gani menekankan pentingnya memberikan jaminan sosial, upah yang layak, serta kondisi kerja yang aman bagi para pekerja di sektor ini. "PPRT seringkali rentan terhadap eksploitasi dan kurangnya perlindungan hukum," ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Dasco menyambut baik masukan dari KSPSI dan berjanji untuk mempertimbangkan aspirasi serikat pekerja dalam proses legislasi. Dia menegaskan komitmen DPR untuk menyusun regulasi yang berkeadilan dan melindungi hak-hak pekerja, termasuk melalui revisi atau pembentukan undang-undang baru yang lebih responsif.
Langkah-Langkah ke Depan
Pertemuan ini juga membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil, antara lain:
- Meningkatkan koordinasi antara DPR dan KSPSI dalam penyusunan RUU Ketenagakerjaan.
- Melakukan sosialisasi dan konsultasi publik untuk menjaring masukan dari berbagai stakeholder.
- Mempercepat proses pembahasan RUU yang terkait dengan perlindungan PPRT.
Dengan volume pembahasan yang meningkat sekitar 20 persen dari laporan sebelumnya, pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperbaiki sistem ketenagakerjaan di Indonesia. "Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik dan berpihak pada pekerja," tambah Andi Gani.
