Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan optimisme bahwa permasalahan sampah di Jakarta dapat dikelola menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Ia mengatakan bahwa sampah yang selama ini menjadi masalah perkotaan bisa diolah menjadi energi listrik melalui teknologi insinerator.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas dalam acara Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta yang dirangkaikan dengan Jaga Jakarta Bersih: Gerakan Pilah Sampah di kawasan Pedestrian Jalan HR Rasuna Said, depan Plaza Festival, Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026.
Sampah Jadi Rebutan
“Sampah yang menjadi musuh kita akan kita ubah menjadi energi listrik. Tadi saya bicara dengan Pak Gubernur, nanti kalau insineratornya sudah berjalan pada 2027-2028, sampah bisa menjadi rebutan, Bu. Karena bahan bakarnya, sampah itu, ya akan masuk ke insinerator, diolah menjadi listrik,” ujar Zulhas dalam sambutannya.
Apresiasi Gerakan Pilah Sampah
Zulhas juga memberikan apresiasi terhadap gerakan pemilahan sampah yang diprakarsai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Menurutnya, pemilahan sampah menjadi salah satu kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah di perkotaan.
“Saya senang sekali, saya apresiasi memberikan penghormatan yang tinggi ini, karena dipelopori oleh Gubernur Jakarta yaitu Pilah Sampah. Itu problem pokok kita. Problem utama kita,” kata Zulhas.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Selain itu, Zulhas menyebut setiap sektor ke depan juga perlu bertanggung jawab menyelesaikan persoalan sampahnya masing-masing.
“Karena nanti sampai 2029 kantor tidak boleh lagi dibuang, selesai di kantor, sampah. Restoran harus selesai di restoran itu. Toko harus selesai di toko itu. Mal harus selesai di mal itu. Tapi yang penduduk, yang masyarakat tentunya adalah Pilah Sampah,” imbuhnya.
Kegiatan Pencanangan HUT ke-499 DKI
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad. Acara ini berlangsung di kawasan Pedestrian Jalan HR Rasuna Said, depan Plaza Festival, pada Sabtu-Minggu, 9-10 Mei 2026.
Kegiatan tersebut turut diramaikan dengan kampanye Jaga Jakarta Bersih: Gerakan Pilah Sampah. Acara ini dihadiri jajaran Pemprov DKI Jakarta, pemerintah pusat, duta besar, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum sebagai bentuk kolaborasi menuju Jakarta Kota Global.
Warga Diminta Pilah Sampah Jadi 4 Kategori
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan bahwa Pemprov DKI akan memulai program pemilahan sampah secara resmi pada Minggu, 10 Mei 2026. Warga Jakarta diwajibkan memilah sampah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, B3, dan residu.
“Rekan-rekan sekalian, besok tanggal 10 Jakarta akan memulai program yang secara resmi pemilahan sampah dan ini menjadi gerakan masif karena memang hampir 50 persen sampah kita itu sebenarnya sampah organik,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (7/5/2026).
Dengan adanya insinerator dan gerakan pilah sampah, diharapkan permasalahan sampah di Jakarta dapat teratasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat energi bagi warga.



