Pemerintah Targetkan Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatera Selesai 3 Tahun
Target Pemulihan Permanen Sumatera 3 Tahun

Pemerintah melalui Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengumumkan bahwa tahap pemulihan permanen pascabencana di Sumatera kini telah dimulai. Tito menargetkan proses pemulihan ini dapat rampung dalam kurun waktu tiga tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito usai mengikuti rapat bersama DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun rencana induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilaksanakan selama tiga tahun, yakni dari 2026 hingga 2028.

Tiga Tahap Pemulihan

"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Itulah jadi dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa untuk menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk (Rencana Induk)," ujar Tito.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menambahkan, "Renduk ini, rencana induk ini direkap dari seluruh kabupaten/kota, provinsi, dan kementerian/lembaga. Setelah itu disandingkan. Dari sandingan itu, dari Bappenas, kemudian juga kami Satgas ikut dalam apa namanya itu, menyesuaikan, selama, akan diselesaikan dalam waktu 3 tahun, 2026, 2027, 2028."

Program dan Kegiatan

Tito menyebutkan terdapat 11.512 program dan kegiatan yang akan dikerjakan dalam proses rehab-rekon tersebut. Kegiatan tersebut mencakup pembangunan jalan, jembatan, sekolah, hingga hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana.

"Yang prioritas utama tentu di tahun 2026, infrastruktur, sungai, jalan, kemudian sekolah, dan lain-lain," jelasnya.

Anggaran Pemulihan

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan total anggaran yang diusulkan sebesar Rp100,166 triliun. Usulan tersebut telah mendapat dukungan dari DPR RI.

"Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak 100,166 triliun selama 3 tahun," paparnya.

Rincian anggaran untuk tahun 2026 sebesar Rp38,9 triliun, tahun 2027 sebesar Rp32,9 triliun, dan tahun 2028 sebesar Rp28,2 triliun. Tito menekankan bahwa porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

"Memang yang terbesar itu adalah infrastruktur, Kementerian PU. Itu lebih kurang totalnya Rp 69 triliun selama 3 tahun, tahun ini Rp 22 triliun," ujarnya.

"Nah, kita harap di samping itu juga Huntap tadi dari Kementerian PKP Rp 7,4 triliun selama 2 tahun. Kalau Huntap kita targetkan paling lambat 2027, jangan terlalu lama di hunian, hunian sementara," sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga