Pengelola gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Martin, menyatakan bahwa insiden pecahnya kaca gedung pada Kamis (9/7/2026) bukanlah kejadian pertama. Menurut Martin, peristiwa serupa telah terjadi beberapa kali sejak tahun 2018 dan diduga kuat disebabkan oleh pemuaian akibat perbedaan suhu ekstrem antara luar dan dalam ruangan.
Sejarah Kaca Pecah Sejak 2018
Martin menjelaskan bahwa gedung ini mengalami kaca pecah secara periodik, yaitu satu hingga dua tahun sekali. "Gedung ini satu sampai dua tahun sekali pasti ada kaca pecah. Itu ada, buktinya ada. Lantai 5, 6, 7, 8 sudah pernah pecah, dan ini kita ganti. Dugaan pemuaian," kata Martin di lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak ada kaitannya dengan aksi teror atau penembakan, melainkan murni karena pemuaian.
Karakteristik Kaca Tempered
Kaca yang digunakan di gedung BGN adalah kaca tempered, yang ketika pecah menghasilkan serpihan berupa titik-titik kecil. Pola ini konsisten dengan kejadian-kejadian sebelumnya. "Itu kacanya kayak tempered. Kaca tempered dia, jadi kalau pecah itu pasti ada titik," ujar Martin. Sebagai langkah mitigasi, sejumlah kaca yang pernah pecah sebelumnya telah dipasangi kaca film agar serpihan tidak langsung berjatuhan.
Langkah Pencegahan ke Depan
Martin mengaku telah memanggil vendor untuk mengganti kaca yang pecah. Ke depannya, kaca pada bagian yang belum dipasangi kaca film juga akan dipasang untuk meningkatkan keamanan. "Tindak pencegahan, ya kan, kita kan nggak tahu kejadian namanya musibah itu siapa yang tahu? Saya pun kerja, pulang kerja belum tentu tahu saya ada musibah apa di jalan, saya nggak tahu. Seperti ini makanya kita adakan selalu, untuk pengamanan, kaca di atas itu kita adakan pakai kaca film. Jadi kalau pecah itu tidak langsung pecah. Nah kebetulan, di kaca di bawah ini emang belum dikasih kaca film, jadi jatuhnya langsung," paparnya.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan tidak menimbulkan korban jiwa. "Jam setengah 12-an tadi, jam 12. Nggak ada (korban)," ujar Naryana. Ia akan berkoordinasi dengan pemilik gedung untuk mengidentifikasi kembali kondisi gedung dan melakukan pemeliharaan jika diperlukan.
Polisi: Cuaca Panas Penyebab Utama
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menduga kaca pecah akibat cuaca panas. "Pecahan kaca di gedung BGN. Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah," kata Kombes Reynold saat dikonfirmasi. Sejumlah polisi dari INAFIS telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi.



