Satgas PRR Pacu Pembangunan Huntap, Targetkan Selesai Akhir Maret 2026
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana yang kehilangan rumah atau huniannya rusak berat akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Target utama adalah menyelesaikan seluruh pembangunan huntap ini pada akhir Maret 2026.
Progress Pembangunan Huntap di Tiga Provinsi
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 13 Maret 2026, jumlah huntap yang sudah rampung dibangun bertambah menjadi 110 unit dari total 36.669 unit yang direncanakan. Sementara itu, sebanyak 1.359 unit sedang dalam proses pembangunan. Peningkatan ini signifikan, dengan jumlah huntap selesai hampir dua kali lipat dibandingkan satu hari sebelumnya yang hanya mencapai 56 unit.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan pembangunan huntap terbanyak, terdiri dari 104 unit yang sudah rampung dibangun dari total 27.104 unit yang ditargetkan. Saat ini, 388 unit di Aceh sedang dalam proses pembangunan. Di Sumatera Utara, terdapat 524 unit sedang dibangun dari 5.815 unit target, sedangkan di Sumatera Barat, 6 unit selesai dari 3.750 unit target, dengan 447 unit lainnya dalam proses.
Sinergi Lintas Sektor dan Pernyataan Pejabat
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, saat meninjau pembangunan huntap di Aceh Utara, memastikan bahwa proses ini berjalan lancar. Ia menyatakan optimisme bahwa seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu pada akhir Maret 2026.
"Alhamdulillah, saya memantau langsung proses pembangunan huntap ini berjalan lancar, mulai dari bongkar material di Pelabuhan Belawan hingga tiba di Kuala Cangkoy dan dikerjakan dengan aman. Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan akhir Maret 2026," kata Djamari dalam keterangannya pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Pembangunan huntap ini didukung oleh gotong royong lintas sektor, melibatkan pemerintah dan non-pemerintah. Sinergi ini mencakup Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Polri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta organisasi seperti Danantara, Yayasan Buddha Tzu Chi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pemerintah daerah, dan bantuan perseorangan.
Bantuan Dana Tunggu Hunian dan Spesifikasi Huntap
Selain mempercepat pembangunan huntap untuk mengurangi jumlah pengungsi di tenda, Satgas PRR juga menggelontorkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang tidak memilih tinggal di hunian sementara (huntara). Bantuan DTH sebesar Rp 600.000 per bulan diberikan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp1,8 juta.
Hingga saat ini, penyaluran DTH telah mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi. Rinciannya meliputi 7.807 penerima di Aceh, 4.162 penerima di Sumut, dan 1.759 penerima di Sumbar.
Huntap untuk penyintas bencana Sumatera dibangun dengan spesifikasi khusus, termasuk dinding dan atap berbahan baja galvanis yang tahan karat dan gempa. Sistem knock down atau rumah bangun cepat digunakan untuk efisiensi konstruksi. Setiap unit dilengkapi fasilitas lengkap seperti dua kasur, meja makan, kursi, televisi, dan kamar mandi.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana, dengan fokus pada kesejahteraan penyintas dan percepatan rehabilitasi infrastruktur hunian.
