Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meresmikan penataan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Proyek ini dilakukan setelah seluruh tiang monorel di kawasan tersebut berhasil dibongkar. Pramono menegaskan bahwa penataan ini diharapkan menjadi wajah baru Jakarta.
Peresmian dan Detail Proyek
Dalam sambutannya, Pramono menyatakan bahwa penataan mencakup panjang jalan 3,8 kilometer dan pemotongan sebanyak 109 tiang monorel. "Secara resmi Jalan Rasuna Said yang telah selesai direnovasi dengan panjang 3,8 kilometer, 109 tiang yang dipotong, secara resmi hari ini kita resmikan dan kita operasikan," ujarnya di lokasi.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto dan mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso, yang akrab disapa Bang Yos. Kehadiran Bang Yos dinilai istimewa karena penataan jalan ini terinspirasi dari masa kepemimpinannya.
Inspirasi dan Apresiasi
Pramono menjelaskan bahwa pemancangan tiang monorel dilakukan pada era Sutiyoso, namun kemudian terjadi perubahan kebijakan pemerintah pusat dari monorel menjadi LRT. "Karena memang pemancangan pada waktu itu dilakukan di era beliau, tetapi karena perubahan kebijakan pemerintah pusat dari rencananya monorel menjadi LRT. Jadi bukan salah di beliau. Seribu persen bukan salah beliau karena perubahan kebijakan," tegas Pramono.
Kawasan Rasuna Said dikenal sebagai pusat kantor kedutaan besar. Pramono mengaku mendapat banyak apresiasi dari para duta besar atas penataan ini. "Karena hampir di jalan ini yang paling utama adalah kantor-kantor kedutaan besar. Sehingga dengan demikian ini akan menjadi wajah baru Jakarta," katanya.
Rencana Pengembangan Kali Cideng
Pramono juga mengungkapkan bahwa Kali Cideng yang berada di dekat Jalan Rasuna Said saat ini sedang ditata. Ia berharap setelah rampung, kawasan tersebut bisa menjadi ikon seperti di Paris. "Dan saya membayangkan suatu hari kalau ini sudah rapi seperti di Paris, orang datang sambil masang kunci gembok untuk tanda cinta. Karena apa? Karena ini kan dekat dengan KPK. Jadi tanda cinta untuk itu dan integritas kita semua untuk Kota Jakarta," ujarnya.
Proses Percepatan Revitalisasi
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mempercepat proses revitalisasi Jalan HR Rasuna Said setelah pembongkaran tiang monorel. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum peringatan HUT Jakarta ke-499 pada 22 Juni 2026. Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyatakan optimisme penyelesaian tepat waktu.
"Pada prinsipnya kami optimistis penataan selesai sebelum HUT Jakarta pada tanggal 22 Juni. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama proses pembangunan berlangsung," kata Siti dalam keterangannya pada Sabtu (2/5).
Percepatan revitalisasi bertujuan agar masyarakat segera merasakan peningkatan kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas jalan. Pekerjaan yang dikebut meliputi pelebaran trotoar, pembenahan saluran air, dan penataan utilitas bawah tanah. "Percepatan dilakukan agar manfaat penataan Jalan HR Rasuna Said, khususnya untuk kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas pengguna jalan bisa lebih cepat dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.



