Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Asim Munir telah berangkat ke Burgenstock, Swiss, untuk mengikuti pembicaraan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat. Pakistan masih menjadi mediator dalam pembicaraan lanjutan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap implementasi kesepakatan damai yang telah diteken.
Peran Mediator Pakistan
Dalam pernyataan yang diposting di X, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan Qatar juga diharapkan untuk ikut serta dalam pembicaraan tersebut. "Pakistan akan terus mendukung dan memajukan implementasi kesepahaman yang dicapai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat," tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance sudah berangkat ke Swiss untuk melakukan pembicaraan dengan Iran mengenai implementasi kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa para negosiator akan membahas program nuklir republik Islam tersebut dan gencatan senjata Lebanon.
Fokus Pembicaraan
"Saya pikir kita mudah-mudahan akan membuat kemajuan dalam masalah nuklir, membuat kemajuan dalam masalah gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya harus kita fokuskan," kata Vance kepada wartawan sebelum berangkat dari Pangkalan Gabungan Andrews, AS, seperti dilansir AFP, Minggu (21/6).
Tim negosiator Iran juga sudah berangkat dari Iran ke Swiss. Mereka akan membahas implementasi kesepakatannya dengan AS untuk menghentikan perang di Timur Tengah. Dilansir AFP, Minggu (21/6), kantor berita resmi IRNA melaporkan keberangkatan delegasi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa mereka akan 'menindaklanjuti dan menuntut implementasi komitmen pihak lain' berdasarkan kesepakatan tersebut.



