Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026, untuk meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang serta meluncurkan akad massal 62.000 rumah Kredit Pemilikan Rumah Subsidi. Dalam kunjungan ini, Presiden juga akan menjajal langsung Kereta Nusantara Explorer, layanan baru PT Kereta Api Indonesia yang dikembangkan sesuai arahannya.
Pemugaran Stasiun Tawang Semarang
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo akan meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang, salah satu cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak 1914. “Pagi ini, Presiden Prabowo akan bertolak menuju Semarang untuk meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang, salah satu cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak 1914 dan untuk pertama kalinya dipugar secara resmi,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsche-Indische Spoorwegen Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, dan pemugaran tahap pertama selesai pada awal Juli 2026. Pemugaran ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo kepada Direktur Utama KAI pada 2025.
Akad Massal 62.000 Rumah KPR Subsidi
Setelah meresmikan stasiun, Presiden akan menuju Kota Batang untuk meresmikan pelaksanaan akad massal 62.000 rumah KPR Subsidi. Acara ini dipusatkan di Batang dan dilaksanakan serentak di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kereta Nusantara Explorer
Dalam perjalanan dari Semarang menuju Batang, Presiden Prabowo akan menjajal Kereta Nusantara Explorer. Teddy menjelaskan, “Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat.”
Kereta Nusantara Explorer merupakan layanan baru PT KAI yang menyajikan pengalaman berkelas. Hasil modifikasi dari kereta eksisting, kereta ini dikembangkan sesuai arahan Presiden untuk menghadirkan transportasi yang lebih representatif, nyaman, dan menampilkan wajah baru perkeretaapian Indonesia. Keunggulannya meliputi desain elegan dan modern, kenyamanan premium, suasana instagramable, serta pengalaman perjalanan kelas atas. Setelah acara di Batang, Presiden direncanakan kembali ke Jakarta menggunakan Kereta Nusantara Explorer.



