Gubernur Jateng Tinjau Longsor Brebes, Desak Perbaikan Jalan dan Sekolah
Gubernur Jateng Tinjau Longsor Brebes, Desak Perbaikan

Gubernur Jawa Tengah Tinjau Langsung Dampak Longsor di Brebes

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan langsung ke lokasi tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada hari ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penanganan dampak bencana berjalan dengan cepat dan efektif, sehingga tidak meluas ke pemukiman warga di sekitarnya.

Penyebab dan Kronologi Kejadian Longsor

Longsor di daerah tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada awal Maret 2026. Hujan deras menyebabkan debit Sungai Longkrang meningkat secara signifikan pada tanggal 1 Maret, yang kemudian menggerus tebing sungai dan memicu kejenuhan tanah. Kejadian ini diperparah ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut pada tanggal 8 Maret, menyebabkan tebing sungai semakin tergerus dan memicu longsor lebih lanjut.

Akibatnya, badan jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan ambrol, dan bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan mengalami kerusakan parah. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kedua insiden ini, yang menjadi kabar baik di tengah situasi yang sulit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rapat Tindak Lanjut dan Arahan Gubernur

Setelah melihat kondisi terkini, Luthfi langsung menggelar rapat tindak lanjut penanganan di lokasi, yang dihadiri oleh seluruh stakeholder dan perwakilan masyarakat. Dalam rapat tersebut, ia menekankan pentingnya segera memperbaiki jalan yang rusak. "Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa," kata Luthfi dalam keterangannya.

Selain itu, gubernur juga mendorong percepatan pembenahan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, yang terdampak bencana dengan robohnya kamar mandi dan ancaman roboh pada bangunan lain. Kegiatan belajar-mengajar saat ini dipindahkan sementara ke Gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah Desa Cilibur, yang berjarak sekitar 200-300 meter dari titik longsor. "Jadi anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera lapor ke dinas mengenai kurangnya apa. Meskipun SMP kewajiban bupati, nanti provinsi akan ikut bantu," tambahnya.

Alternatif Penanganan dari DPUPR Jawa Tengah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan dua alternatif untuk penanganan jalan. Pertama, merelokasi jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok yang tersedia. Kedua, tetap menggunakan jalan existing dengan membangun talud atau traping pada tebing sungai yang longsor. "Untuk alternatif kedua, kita akan membongkar gedung paling depan guna membuka akses jalan, setelah itu tinggal menangani di tikungan jalan. Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Kabupaten," jelasnya.

Kondisi Sekolah dan Rencana Relokasi

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, melaporkan bahwa kegiatan belajar-mengajar saat ini berjalan normal di gedung sementara. Sekolah ini memiliki 108 siswa yang tetap aktif belajar. Terkait rencana relokasi, pihak sekolah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) telah mencari tempat alternatif dan berdiskusi dengan ketua ranting Muhammadiyah. "Sudah mengajukan laporan ke dinas dan memang harus direlokasi. Tempat sudah diskusi dengan ketua ranting, tinggal pengecekan," kata Najib.

Dalam tinjauan ini, Gubernur Luthfi didampingi oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala DPUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, dan Kepala Dinas Pendidikan Sadimin, menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan bencana ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga