Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa satu-satunya es abadi di Indonesia, yang terletak di Puncak Jaya, Papua, terancam menghilang. Pakar klimatologi BMKG memperkirakan lapisan es tersebut akan lenyap total pada akhir 2026 atau awal 2027.
Pengumuman BMKG Melalui Instagram
Informasi ini disampaikan melalui unggahan resmi BMKG di akun Instagram @infobmkg pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, BMKG menyatakan, "Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya." Pernyataan ini menandai keprihatinan serius atas dampak perubahan iklim terhadap gletser tropis.
Es Abadi di Kawasan Tropis
Es abadi di Puncak Jaya merupakan satu-satunya gletser di Indonesia dan salah satu dari sedikit gletser tropis di dunia. Keberadaannya sangat rentan terhadap peningkatan suhu global. BMKG mencatat bahwa luas es ini terus menyusut dalam beberapa dekade terakhir. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2022, luas es tersisa sekitar 0,2 kilometer persegi, menurun drastis dari 2,5 kilometer persegi pada tahun 2000-an awal.
Dampak Perubahan Iklim
Menurut BMKG, penyusutan es abadi ini disebabkan oleh kenaikan suhu permukaan bumi yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca. "Ini adalah sinyal kuat bahwa perubahan iklim telah mencapai titik kritis di khatulistiwa," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam pernyataan terpisah. Hilangnya es abadi tidak hanya akan memengaruhi ekosistem lokal, tetapi juga ketersediaan air di wilayah Papua.
Upaya Mitigasi
BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan aksi mitigasi perubahan iklim. "Kita perlu mengurangi emisi karbon dan melindungi lingkungan agar fenomena serupa tidak meluas," tambah Dwikorita. Organisasi lingkungan juga mendesak langkah konkret untuk memperlambat pemanasan global.
Dengan prediksi ini, Indonesia akan kehilangan warisan alam yang unik. Es abadi Puncak Jaya menjadi saksi bisu perubahan iklim yang semakin nyata.



