Gang Venus di Tambora, Jakarta Barat, dulunya dikenal sebagai kawasan yang hampir tidak pernah terkena sinar matahari. Namun, kini citra tersebut mulai berubah. Pada siang hari, banyak lorong di gang ini tampak lebih terang.
Lokasi dan Kondisi Gang Venus
Pintu masuk Gang Venus terletak tepat di samping Masjid Az-Zahiriyah. Di sepanjang jalan masuk, terdapat banyak gerobak pedagang kaki lima yang diparkir di kedua sisi gang. Lebar gang hanya sekitar 2-3 meter, dan semakin sempit ketika motor melaju berpapasan dengan pejalan kaki.
Beberapa warga terlihat bersantai di depan rumah mereka. Ada juga yang mencuci pakaian di depan rumah dan menjemurnya di pintu masuk. Tidak sedikit warga yang memasak di lorong gang, dengan kompor, tabung gas, dan meja ditata seperti dapur luar ruangan.
Kawasan ini terdiri dari empat RT, yaitu RT 1, RT 2, RT 12, dan RT 13. Semakin masuk ke dalam, terdapat gang-gang kecil lain yang lebih sempit dan padat. Rumah-rumah di Gang Venus sebagian besar dibangun bertingkat hingga tiga lantai. Beberapa rumah memiliki balkon yang menjorok ke atas gang, yang sebelumnya menutupi cahaya matahari. Ada juga yang memasang terpal di atas jalan.
Perubahan Setelah Kebakaran
Tuti (44), warga RT 1 RW 3, mengatakan bahwa wajah Gang Venus perlahan berubah setelah kebakaran besar enam tahun lalu. Penataan bangunan dilakukan agar tidak terlalu berdekatan, sehingga memberi ruang bagi sinar matahari masuk.
"Wilayah kemarin sempat gelap karena tanpa matahari. Tapi sejak kebakaran enam tahun lalu, pemerintah menyarankan agar bangunan tidak dimajukan. Akhirnya, alhamdulillah, masyarakat mengerti dan sekarang tidak seperti dulu," ujar Tuti yang telah tinggal di Gang Venus sejak kecil.
Meski demikian, Tuti mengakui masih ada beberapa sudut gelap di Gang Venus, terutama di bagian belakang dekat rumahnya. Hal ini karena bangunan di sana sudah terlanjur dibangun dan berhimpitan.
Tuti dan warga lain masih dihantui insiden kebakaran enam tahun lalu. Kekhawatiran akan kebakaran terulang selalu ada. "Oh sangat khawatir, banget. Justru yang masih saya pikirkan sampai saat ini, bukan saya saja, warga juga. Yang kita takutkan itu kebakaran," katanya.
Bahkan, kebakaran terjadi lagi di Tambora bulan lalu akibat korsleting listrik, menghanguskan tujuh rumah. "Kemarin sempat kejadian kebakaran dari korsleting listrik baru satu bulan," ungkapnya.
Warga Pendatang Merasa Nyaman
Budi (40), warga pendatang dari Pandeglang, Banten, mengaku baru tinggal di Gang Venus selama lima bulan. Ia menyebut biaya kontrakan di sini tergolong murah dibanding tempat lain. "Murah di sini, kita bisa dapat di bawah Rp600 ribu untuk berdua dengan istri," kata Budi.
Budi tidak mempermasalahkan kondisi Gang Venus. Menurutnya, saat ini gang tersebut sudah terang dan ia bisa menjemur pakaian. "Terang segini mah. Kalau jemur baju bisa di atas, biasanya," ujarnya.
Perubahan Gang Venus menjadi lebih terang memberikan harapan baru bagi warganya, meskipun kekhawatiran akan kebakaran masih membayangi.



