Proyek Flyover Latumenten Sebabkan Kemacetan Horor, Legislator DKI Hardiyanto Minta Dishub Atasi
Diterbitkan: 26 Februari 2026, 18:50 WIB
Proyek pembangunan flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat, telah menimbulkan kemacetan luar biasa setiap harinya, memicu kritik dari berbagai pihak. Legislator DKI Jakarta, Hardiyanto, turut menyuarakan keprihatinannya atas kondisi ini dan mendesak Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan yang efektif.
Keluhan Warga dan Respons Dishub
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, mengakui bahwa pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan. Namun, terkait pembatasan kendaraan besar seperti truk dan bus, Ujang menyatakan bahwa mereka masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan. "Kami akan berkoordinasi dengan pengusaha angkutan di wilayah barat. Pemerintah Provinsi juga telah mengirim surat ke pusat. Kami akan memberikan pembaruan informasi segera," ujar Ujang dalam konfirmasi kepada media pada Kamis (26/2/2026).
Tinjauan Legislator dan Fakta di Lapangan
Hardiyanto, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa banyak konstituennya yang mengeluhkan kemacetan parah akibat proyek ini. Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi, dia menemukan fakta bahwa Jalan Latumenten yang semula memiliki tiga lajur kini menyempit drastis menjadi hanya satu lajur aktif. "Penyempitan ekstrem ini menyebabkan antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari," jelas Hardiyanto.
Lebih lanjut, dia menyoroti titik berhenti angkot JakLingko yang berada tepat setelah perlintasan kereta api. Menurutnya, lokasi tersebut sangat rawan menimbulkan penumpukan kendaraan. "Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Hal ini memperparah kemacetan. Seharusnya, titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck, agar arus kendaraan tetap dapat bergerak," tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.
Kompleksitas Kemacetan dan Saran Solusi
Hardiyanto menekankan bahwa kemacetan semakin kompleks karena masih adanya truk kontainer dan bus berukuran besar yang melintas di ruas jalan yang menyempit. Dia menyarankan agar selama proyek berlangsung, kendaraan besar dialihkan ke jalur alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas. "Truk kontainer dan bus besar masih lewat di sini. Dengan kondisi hanya tersisa satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera mencari solusi konkret," ucap Hardiyanto, yang juga merupakan Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Jakarta.
Dia menegaskan bahwa proyek pembangunan seharusnya tidak mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga. "Kita semua mendukung pembangunan Flyover Latumenten karena tujuannya baik, yaitu untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta. Namun, jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, serta solusi cepat untuk menangani kendaraan besar dan titik berhenti angkot," sarannya.
Desakan untuk Tindakan Cepat
Hardiyanto pun mendesak Dinas Perhubungan untuk bergerak cepat dan tidak menunggu masalah berlarut-larut. "Jika bisa diantisipasi sekarang, mengapa harus menunggu hingga semakin parah? Saya akan terus mengawal proyek ini sampai benar-benar memberikan manfaat bagi warga, bukan malah menambah beban di jalan," tegasnya.
Sebagai informasi, proyek Flyover Latumenten dibangun dengan panjang sekitar 380 meter dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta api di kawasan tersebut. Setelah rampung, Jalan Latumenten direncanakan hanya digunakan sebagai akses kendaraan umum. Namun, selama proses pembangunannya, warga Grogol terpaksa menghadapi kemacetan harian yang semakin tak terkendali, yang disebabkan oleh kurangnya rekayasa lalu lintas yang matang dan pengawasan ketat di lapangan.



