Bencana banjir melanda empat desa di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sejak Minggu (24/5). Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat dalam menangani dampak banjir tersebut.
Instruksi Bupati untuk Penanganan Cepat
Bupati Iksan menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaborasi lintas dinas guna mengantisipasi dampak banjir agar tidak semakin merugikan masyarakat. "Saya pergi tadi pagi mengecek, bagaimana tidak mau banjir, semua gotnya ditutup," ujarnya di Morowali, Senin (25/5). Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali segera melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir susulan.
Seluruh dinas terkait harus bergerak cepat dan tidak menunggu proses anggaran apabila situasi mendesak. Iksan secara khusus menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperkuat kerja sama dalam penanganan bencana di lapangan. "Saya berikan perintah untuk bagian bencana agar mengantisipasi banjir. Dinas terkait, ini bencana, pinjam itu ekskavator DLH, PU bekerja sama semua," katanya.
Desa Terdampak dan Upaya Penanganan
Banjir terjadi di Desa Mendui, Desa Bahoruru, Desa Bente, dan Desa Matansala setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Minggu sore. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap ke pemukiman warga dan badan jalan dengan ketinggian mencapai sekitar 80 sentimeter. Akibatnya, sejumlah titik jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer sulit diakses kendaraan roda dua karena tingginya debit air dan derasnya arus banjir.
BPBD Sulteng bersama BPBD Kabupaten Morowali telah melakukan asesmen di lokasi terdampak serta mengevakuasi warga yang berada di sekitar bantaran sungai guna mengantisipasi banjir susulan. Bupati Iksan menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas dinas agar langkah penanganan berjalan maksimal dan cepat.
Prioritas Keselamatan Masyarakat
Iksan meminta seluruh OPD terus membangun koordinasi yang baik serta bergerak cepat dalam mengantisipasi kejadian lanjutan. Ia menegaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi bencana banjir. "Antisipasi itu jangan tunggu anggaran baru eksekusi, jangan sampai menyengsarakan orang lain," ujarnya.



