Swiss Matikan Reaktor Nuklir PLTN Beznau akibat Gelombang Panas Ekstrem
Swiss Matikan Reaktor Nuklir PLTN Beznau akibat Panas Ekstrem

Otoritas Swiss mematikan dua reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Beznau, yang merupakan PLTN tertua di Eropa, akibat gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Perusahaan energi Swiss, Axpo, mengumumkan bahwa kedua reaktor di PLTN Beznau dihentikan sementara pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat karena suhu air Sungai Aare yang digunakan untuk pendinginan melonjak hingga 25 derajat Celsius.

Penyebab Penutupan Reaktor

Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh AFP pada Sabtu (27/6/2026), Axpo menjelaskan bahwa suhu air Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius pada Jumat dan Sabtu. Kondisi ini membuat pendinginan yang memadai tidak dapat terpenuhi. "Suhu air pada Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius kemarin dan hari ini. Kondisi pendinginan yang memadai belum terlihat akan tercapai," demikian pernyataan Axpo di situs webnya.

PLTN Beznau yang terletak di Swiss bagian utara, dekat perbatasan Jerman, terpaksa mematikan kedua reaktornya untuk sementara waktu. Axpo menambahkan bahwa pihaknya terus memantau suhu Sungai Aare. "Begitu suhu sungai turun atau kondisi pendinginan yang memadai diperkirakan bisa dilakukan, (Beznau) dapat merencanakan untuk mengoperasikan kembali reaktor-reaktornya," kata Axpo. Pengoperasian kembali reaktor akan dilakukan setelah mendapatkan izin dari otoritas terkait.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gelombang Panas Ekstrem Melanda Eropa Barat

Keputusan ini diambil di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sekitar 150 juta orang di seluruh kawasan Eropa Barat, dengan suhu udara melebihi 35 derajat Celsius. Pada Jumat (26/6), Swiss mencatat rekor suhu panas bulan Juni selama dua hari berturut-turut, dengan suhu mencapai 38,8 derajat Celsius di Basel, tidak jauh dari lokasi PLTN Beznau. Rekor ini melampaui rekor sebelumnya yang bertahan selama 80 tahun, setelah sehari sebelumnya suhu 38 derajat Celsius tercatat di lokasi yang sama.

Sebelumnya, otoritas Prancis juga telah mengumumkan langkah serupa dengan mematikan reaktor nuklir di wilayahnya sebagai upaya perlindungan lingkungan untuk menghindari pembuangan air panas dalam jumlah besar ke sungai-sungai yang suhunya sudah meningkat.

Dampak pada Pasokan Energi Swiss

Di Swiss, pasokan energi listrik dari PLTN menyumbang lebih dari sepertiga produksi listrik negara tersebut. Swiss memiliki empat reaktor nuklir yang tergolong sudah tua, termasuk dua reaktor di Beznau. Reaktor 1 di Beznau mulai beroperasi pada tahun 1969 dan reaktor 2 pada tahun 1971, menjadikannya salah satu PLTN tertua di dunia.

Penutupan sementara ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan listrik di Swiss, terutama di tengah tingginya permintaan energi akibat cuaca panas. Namun, Axpo belum memberikan perkiraan kapan reaktor akan dapat dioperasikan kembali, tergantung pada penurunan suhu air sungai dan persetujuan regulasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga