Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis (30/7) malam hingga Jumat dini hari menyebabkan banjir di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Medan-Pematangsiantar, tepatnya di Simpang Pondok Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Rido V. Pakpahan mengatakan banjir diperparah dengan luapan Sungai Sikam. Banjir juga merendam permukiman warga di Pasar Bawah Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Jalinsum yang menjadi jalur utama penghubung dua kota besar tersebut pun langsung terganggu.
Penyebab Banjir dan Dampak Lalu Lintas
"Banjir mulai terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Simalungun. Debit air yang meningkat menyebabkan banjir menutupi badan jalan di Jalinsum tepatnya di Simpang Pondok Batu Silangit," ujar Rido, Jumat (31/7).
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Medan-Pematangsiantar itu sempat lumpuh. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas karena tingginya genangan air. "Personel kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan. Banjir sempat menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan menyebabkan kemacetan," jelasnya.
Kemacetan terjadi di sepanjang ruas yang terdampak. Sejumlah pengendara terpaksa menepi dan menunggu hingga air surut. Polisi terus bersiaga di lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Pengendara Motor Terseret hingga Area Perkebunan
Di tengah kondisi banjir, seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos genangan. Namun, saat berada di tengah arus, kendaraannya mati dan kemudian terseret hingga ke area perkebunan milik PT Bridgestone. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Insiden ini menunjukkan tingginya debit air dan derasnya arus di lokasi banjir. Pengguna jalan pun diimbau untuk tidak memaksakan diri melewati genangan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Luapan Sungai Sikam Rendam Pasar Bawah Serbalawan
"Selain di Jalinsum, banjir juga melanda kawasan Pasar Bawah Serbalawan setelah Sungai Sikam meluap. Air masuk ke permukiman warga dan merendam sejumlah rumah," urai Rido.
Personel Polsek Dolok Batu Nanggar bersama petugas terkait melakukan imbauan kepada warga untuk segera menyelamatkan barang-barang berharga dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Saat banjir terjadi, tiga warga dilaporkan masih terjebak di dalam rumah.
Proses Evakuasi dan Pemadaman Listrik
"Proses evakuasi dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten Simalungun dengan bantuan unsur terkait lainnya," sebut Rido. Untuk menghindari risiko tersengat listrik, aliran listrik di wilayah terdampak sementara diputus.
Para petugas gabungan bekerja sama mengevakuasi warga yang terjebak. Proses ini berlangsung dengan pengawasan ketat mengingat kondisi air masih cukup tinggi di sejumlah titik.
Jalinsum Kembali Normal Setelah Air Surut
Genangan air di Simpang Pondok Batu Silangit akhirnya surut pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah itu, Jalinsum kembali dapat dilalui kendaraan secara normal. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di kawasan luapan Sungai Sikam.
Pemulihan arus lalu lintas ini diharapkan dapat memperlancar kembali aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang sempat terganggu sejak Kamis malam.
Ketinggian Air Masih Tiga Meter di Lokasi Luapan
"Ketinggian air dilaporkan masih mencapai sekitar tiga meter sehingga proses penanganan dan pemantauan terus dilakukan. Diduga masih ada warga yang bertahan di atap rumah menunggu evakuasi," sebut Rido.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun telah tiba di lokasi. "Saat ini petugas tengah melakukan pendataan. Petugas juga masih di lokasi untuk membantu penanganan banjir dan proses evakuasi warga," paparnya.
Petugas masih bersiaga di lapangan untuk memantau debit air dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan selama musim hujan.



