Pemerintah Bangun 8 Kolam Retensi untuk Kendalikan Banjir di Bogor dan Bekasi
8 Kolam Retensi Dibangun untuk Atasi Banjir Bogor-Bekasi

Pemerintah Akan Bangun 8 Kolam Retensi untuk Kendalikan Banjir di Bogor dan Bekasi

Sejumlah langkah strategis tengah diupayakan oleh pemerintah dalam rangka pengendalian banjir di wilayah aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas, Jawa Barat. Sungai-sungai tersebut melintasi area penting di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, yang kerap mengalami genangan air saat musim hujan tiba.

Rencana Pembangunan Kolam Retensi

Ketua KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas), Puarman, mengungkapkan bahwa selain program normalisasi sungai, Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun delapan kolam retensi di lokasi-lokasi strategis. Kolam retensi ini diharapkan mampu menampung air sekitar 6,3 juta meter kubik, sehingga dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan.

Menurut Puarman, terdapat empat calon kolam yang dinilai paling efektif dalam mengendalikan banjir. Dua di antaranya berlokasi di Kabupaten Bogor, tepatnya di daerah Tlajung Uduk 1 dan Tlajung Uduk 2. Kolam-kolam ini memiliki kapasitas tampung hingga 2,6 juta meter kubik, yang akan membantu memarkir air berlebih sebelum dialirkan ke sungai.

Lokasi dan Kapasitas Kolam di Bekasi

Selain di Bogor, kolam retensi juga akan dibangun di Kota Bekasi. Salah satunya berada di Kecamatan Bantar Gebang, dengan kapasitas tampung mencapai 1 juta meter kubik. Kemudian, di Kemang Pratama, Kecamatan Rawa Lumbu, juga di Kota Bekasi, akan dibangun kolam dengan kapasitas 2 juta meter kubik.

Puarman menekankan pentingnya percepatan pembangunan kolam retensi ini. Dia meminta agar Kolam Retensi Bantar Gebang dan Long Storage Kemang Pratama segera direalisasikan, mengingat keberhasilan upaya pengendalian banjir pada 11 Februari 2026 akibat kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cileungsi.

Dampak dan Harapan ke Depan

Pembangunan kolam retensi ini diharapkan tidak hanya mengurangi frekuensi banjir, tetapi juga meminimalkan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Dengan kapasitas tampung yang besar, kolam-kolam ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk masalah banjir di wilayah tersebut.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir, terutama di daerah rawan seperti Bogor dan Bekasi. Diharapkan, dengan adanya kolam retensi, masyarakat dapat hidup lebih aman dan nyaman tanpa khawatir akan ancaman banjir di musim hujan.