Ramadhan dan Lebaran Picu Geliat Ekonomi, Tapi Waspadai Inflasi
Ramadhan dan Lebaran Picu Geliat Ekonomi, Waspadai Inflasi

Ramadhan dan Lebaran Picu Geliat Ekonomi, Tapi Waspadai Inflasi

Sebuah unggahan viral di platform media sosial Instagram mengungkapkan fenomena menarik terkait perekonomian Indonesia. Unggahan tersebut menyoroti bahwa kondisi perekonomian nasional kerap mengalami perubahan signifikan setiap kali memasuki bulan Ramadhan dan menjelang perayaan Idul Fitri atau Lebaran.

Pendorong Utama Perubahan Ekonomi

Menurut analisis dalam unggahan itu, perubahan ekonomi ini terutama didorong oleh aktivitas belanja masyarakat yang meningkat pesat. Masyarakat cenderung lebih aktif berbelanja untuk mempersiapkan kebutuhan selama bulan suci dan hari raya, mulai dari bahan makanan hingga pakaian baru.

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi banyak pekerja. Aliran dana THR ini memberikan tambahan daya beli yang signifikan bagi masyarakat. Selain itu, berbagai promo dan diskon yang bertebaran di toko, supermarket, dan pusat perbelanjaan turut memicu geliat konsumsi.

Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai

Meski geliat ekonomi terlihat positif dengan meningkatnya perputaran uang, unggahan tersebut mengingatkan adanya dampak negatif yang patut diwaspadai. Pergerakan uang yang masif selama periode ini disebutkan justru dapat berkontribusi pada tekanan inflasi di Indonesia.

Inflasi terjadi ketika permintaan barang dan jasa meningkat tajam, sementara pasokan mungkin tidak selalu mampu mengimbangi, sehingga mendorong kenaikan harga. Situasi ini perlu menjadi perhatian bersama agar kemeriahan Ramadhan dan Lebaran tidak berujung pada beban ekonomi yang lebih berat bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.