Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari ke-10. Hingga Kamis (9/7), area lahan yang belum berhasil dipadamkan tersisa 1,5 hektare.
Menteri LHK: Tidak Ada Api Besar, Hanya Asap
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan proses pemadaman terus berlangsung dan sudah tidak ada api yang membesar. "TPA Jatiwaringin sudah semakin baik, dari kemarin 3 hektare, sekarang (tersisa) 1,5 hektare. Itu pun sangat teknis sekali. Relatif sekarang sudah jauh lebih baik, dan hanya asap-asap dan (nanti) selesai," kata Jumhur saat ditemui di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (9/7).
Antisipasi Kebakaran TPA di Musim Kemarau
Jumhur mengungkapkan pihaknya telah menyurati seluruh bupati dan wali kota di Indonesia untuk mengantisipasi kebakaran di TPA seiring musim kemarau. Selain itu, Kementerian LHK juga membentuk satuan tugas khusus (satgas) untuk memonitor seluruh TPA di Indonesia. "Semua kita sudah suratin bupati dan wali kota. Mereka bekerja keras memastikan ini, dan kita punya satgas, yang sedang dibentuk untuk memonitor satu per satu, TPA atau tempat pembuangan akhir yang sekarang menghadapi musim panas. Jadi kita monitor terus," ujarnya.
Kebakaran Sejak 30 Juni, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6). Hingga hari kesembilan, petugas gabungan masih melakukan pendinginan dan pemadaman. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan empat unit helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. "Kami langsung mengerahkan dukungan heli karena ada beberapa spot yang tidak bisa dilakukan pemadaman lewat darat. Insyaallah besok (Rabu) di atas sini ada 4 lagi," ujar Djohan, Selasa (7/7).
Djohan menjelaskan pada hari ke-8, 50 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Tingkat pembersihan lokasi terdampak juga sudah mencapai sekitar 70 persen.



